Komparatif.ID, Takengon— Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memutuskan mengalokasikan anggaran bantuan daging meugang sebesar Rp25 juta hingga Rp30 juta untuk setiap kampung. Bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat itu diprioritaskan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang tersebar di 167 kampung.
Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dalam rapat koordinasi bersama Wakil Ketua DPRK, Sekda, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, camat, perwakilan LSM, serta pengusaha lokal. Rapat berlangsung di Masjid Ruhama usai salat Subuh, Jumat (13/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Haili menjelaskan alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp25 juta per desa secara merata. Sementara itu, kampung dengan jumlah penduduk lebih besar serta tingkat dampak bencana yang lebih parah akan menerima alokasi Rp30 juta per desa.
Kebijakan tersebut diambil untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing kampung terdampak.
“Alokasi anggaran sebesar Rp 25 juta per desa secara merata, serta Rp 30 juta per desa bagi kampung dengan jumlah penduduk lebih besar dan tingkat dampak bencana yang lebih parah,” ungkapnya.
Haili juga menugaskan para asisten, camat, relawan, dan pengusaha lokal untuk melaksanakan rapat lanjutan guna merumuskan secara detail daftar kampung penerima alokasi Rp25 juta dan Rp30 juta. Pembahasan lanjutan ini bertujuan memastikan data penerima sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca juga: Penyaluran Rp2,250 M Daging Meugang Bantuan Presiden di Bireuen Tunggu Petunjuk Teknis
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam waktu dekat akan membentuk tim penyaluran daging meugang bantuan pemerintah pusat. Pembentukan tim ini dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan cepat, tertib, dan tepat sasaran. T
im tersebut direncanakan memprioritaskan masyarakat korban bencana hidrometeorologi yang tersebar di seluruh kampung sasaran.
Bantuan daging meugang diprioritaskan bagi warga terdampak di setiap kampung penerima. Setelah mekanisme teknis dan struktur tim penyalur rampung, distribusi akan segera dilaksanakan agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya sebelum momentum meugang tiba.
Selain itu, Haili juga menginstruksikan para camat untuk berkoordinasi dengan pengusaha lokal terkait ketersediaan kerbau. Langkah ini dilakukan guna menjamin kecukupan pasokan hewan yang akan disembelih sehingga kebutuhan daging bagi masyarakat dapat terpenuhi sesuai alokasi anggaran yang telah ditetapkan.













