Home News Daerah Derma Safrizal untuk Rafiki, Murid Berprestasi MIN 21 Jeumpa

Derma Safrizal untuk Rafiki, Murid Berprestasi MIN 21 Jeumpa

Derma Safrizal untuk Rafiki, Murid Berprestasi MIN 21 Jeumpa
(Kiri) Dirjen Bina Adwil Kemendagri dan juga Kaposwil Satgas PRR Sumatra, Dr. Safrizal ZA. (Kanan) Siswa MIN 21 Jeumpa, Rafiki, dan ibunya, Yulidar. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh- Di tengah kesibukannya memimpin percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Dr. Safrizal ZA masih menyempatkan diri memperhatikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pada Sabtu, 11 Juli 2026, Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh itu menghubungi Jubir Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, untuk memastikan informasi mengenai Muhammad Rafiki, murid MIN 21 Jeumpa, yang disebut membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah.

Safrizal mengaku menerima informasi bahwa ada permintaan bantuan berupa tiga lusin buku tulis untuk Rafiki. Namun, ia meminta agar kondisi anak tersebut diperiksa lebih dulu, karena menurutnya bisa saja kebutuhan yang diperlukan bukan hanya buku.

“Informasi yang masuk ke saya, ada permintaan dari seseorang supaya dibantu tiga lusin buku tulis. Coba cek, siapa tahu Rafiki juga membutuhkan dukungan pakaian, dan lain-lain,” kata Safrizal kepada Muhajir Juli.

Muhajir yang saat itu berada di kampung halamannya kemudian melakukan penelusuran bersama Iskandar, guru Pendidikan Agama Islam UPTD SDN 2 Jeumpa. Dari hasil penelusuran diketahui bahwa Rafiki merupakan anak dari pasangan Faisal, seorang tukang kayu, dan Yulidar. Keluarga tersebut tinggal di Desa Kuala Jeumpa, Kabupaten Bireuen, dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Baca juga: Tawa Haikal & Haru Nuriah Saat Terima Kursi Roda Hadiah Dr. Safrizal

Setelah menerima laporan mengenai kondisi keluarga Rafiki, Safrizal langsung mengirimkan sejumlah uang. Ia meminta agar dana tersebut digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah yang benar-benar dibutuhkan. Jika masih tersisa, ia meminta agar sisanya dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pokok keluarga.

“Belikan perlengkapan sekolah untuk Rafiki. Bila masih ada lebih, belikan sembako untuk mereka,” ujar Safrizal.

Muhajir kemudian menghubungi Iskandar untuk mendampingi Rafiki dan ibunya berbelanja. Meski rumah Iskandar berjarak cukup jauh dari kediaman Rafiki, ia bersedia menjemput Yulidar dan putranya menggunakan mobil pribadi menuju Kota Bireuen pada Sabtu (11/7/2026).

Sesampainya di salah satu toko perlengkapan sekolah, Yulidar dan Rafiki masuk untuk memilih kebutuhan mereka, sementara Iskandar menunggu di luar. Hampir dua jam mereka berada di dalam toko sebelum akhirnya keluar dengan membawa berbagai perlengkapan sekolah.

Rafiki memperoleh dua pasang seragam sekolah, sepasang sepatu, tas sekolah, kaus kaki, dan kopiah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke toko alat tulis untuk membeli empat lusin buku tulis, buku gambar, pulpen, penghapus, penggaris, serta perlengkapan belajar lainnya.

Baca juga: Peduli Disabilitas, Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA Serahkan Bantuan Kaki Palsu untuk 49 Warga

Usai seluruh kebutuhan sekolah terpenuhi, Iskandar menghitung sisa dana yang masih tersedia. Karena masih mencukupi, ia kemudian membeli sembako berupa satu zak beras, minyak goreng, telur, dan gula pasir. Seluruh kebutuhan tersebut diantar langsung ke rumah Rafiki setelah perjalanan belanja selesai.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan itu selesai, Iskandar mengirimkan pesan singkat kepada Muhajir dengan kalimat sederhana, “Mission Complete.

Sebelum meninggalkan rumah Rafiki, Iskandar sempat melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Rafiki dan ibunya. Keduanya menyampaikan rasa terima kasih kepada Safrizal atas bantuan yang telah diberikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus meringankan beban keluarga.

Safrizal Cari Kursi Roda Khusus hingga ke Jakarta

Perhatian Safrizal terhadap warga yang membutuhkan bukan kali pertama dilakukan. Pada 2022 lalu, ia juga pernah menunjukkan kepeduliannya setelah membaca pemberitaan mengenai Muhammad Haikal, seorang penyandang disabilitas asal Gampong Blang Tingkeum, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, yang membutuhkan kursi roda khusus.

Usai mendapatkan kabar tersebut, Safrizal segera menghubungi Muhajir Juli yang kala itu masih menjadi Pimred Komparatif.ID untuk memastikan jenis kursi roda yang sesuai dengan kondisi Haikal.

Setelah memperoleh informasi bahwa Haikal memerlukan kursi roda jenis cerebral palsy, Safrizal langsung berupaya mencarikannya.

Melalui aplikasi WhatApps, Safrizal mengirimkan gambar celebral palsy kepada Muhajir. “Akan saya carikan yang terbaik untuk Haikal,” kata Safrizal.

Baca juga: Safrizal Serahkan Kaki Palsu Untuk Guntur

Namun, kursi roda tersebut tidak tersedia di Aceh. Pencarian juga dilakukan hingga ke Medan, tetapi stoknya masih kosong. Kondisi itu membuat Dirjen Bina Adwil itu memutuskan membeli kursi roda dari Jakarta agar Haikal tetap mendapatkan alat bantu yang dibutuhkan.

“Kalau ada di Aceh atau Sumut, bisa lebih cepat dikirim. Tapi karena stoknya hanya ada di Jakarta, harus tunggu beberapa hari baru sampai ke Blang Tingkeum, Kota Juang, Bireuen,” katanya saat itu.

Sama seperti keluarga Rafiki, keluarga Haikal juga mengucapkan terima kasih kepada Safrizal.

Meski dipisahkan oleh waktu yang berbeda, cerita Rafiki dan Haikal memperlihatkan benang merah yang sama. Perhatian Safrizal tidak berhenti pada rasa empati, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata sesuai kebutuhan masing-masing penerima.

Previous articlePuitika Kopi, Ayo Ngopi Kita Bercerita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here