
Komparatif.ID, Bireuen— Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menyerahkan satu unit rumah layak huni kepada lima yatim piatu satu keluarga di Gampong Batee Timoh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Senin (6/4/2026).
Rumah tersebut dibangun menggunakan dana pribadi Bupati Mukhlis dan siap ditempati usai proses pembangunan yang dimulai sejak Oktober 2025 lalu.
Rumah permanen berukuran 6 x 6 meter tersebut dilengkapi fasilitas kamar mandi dan dibangun dengan konstruksi yang sama seperti rumah bantuan pemerintah. Perbedaannya, pembangunan dilakukan menggunakan dana pribadi Bupati Mukhlis sehingga prosesnya dapat diselesaikan lebih cepat tanpa harus menunggu penganggaran dari pemerintah daerah.
Pembangunan rumah ini berawal dari kunjungan Bupati Mukhlis pada Selasa, 28 Oktober 2025 lalu, saat itu ia menerima laporan masyarakat terkait kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati Dewi Auliana (23) bersama empat adik perempuannya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Mukhlis melihat langsung kondisi rumah kayu berukuran 3 x 8 meter yang mereka tempati. Rumah itu tidak memiliki kamar tidur maupun dapur, serta atapnya bocor di beberapa bagian.
Baca juga: Bupati Bireuen Pastikan Penyintas TMK Kembali Diusulkan pada Verifikasi Tahap 2
Setelah menyaksikan kondisi tersebut, Bupati Mukhlis langsung berjanji akan membangun rumah layak huni menggunakan dana pribadinya. Ia menegaskan tidak ingin menggunakan anggaran pemerintah agar proses pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.
“Rumah ini biar dibangun dengan uang pribadi saya. Tidak perlu kita pakai uang negara biar bisa dibangun secepatnya. Kalau dibangun dengan APBK harus menunggu tahun depan. Tetapi rumah anak yatim ini akan saya bangun segera,” ujar Mukhlis saat itu.
Menurut Keuchik Saiful Anwar, Dewi Auliana dan empat adiknya hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia. Ayah mereka, Amirullah, meninggal pada awal 2025, disusul sang ibu, Zubaidah, yang wafat pada 27 Agustus 2025 akibat sakit.
Sejak itu, Dewi menjadi tulang punggung keluarga bagi keempat adiknya. Ia hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, demikian pula adik pertamanya. Sementara dua adik lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar, dan adik bungsu yang berusia empat tahun belum bersekolah.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka selama ini mengandalkan bantuan dari para tetangga. Kondisi tersebut mendorong Bupati Mukhlis mengambil langkah cepat dengan membangun rumah layak huni agar keluarga tersebut memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.












