Komparatif.ID, Banda Aceh— Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, mengungkapkan Blok Andaman I yang berada di lepas pantai Pidie Jaya dan Bireuen kini menarik minat investor asing.
Salah satu perusahaan migas asal Jepang disebut telah menyampaikan ketertarikan secara resmi kepada BPMA untuk mengelola blok tersebut.
“Iya, sudah ada surat masuk ke kita. Ada dua blok migas yang diminta,” kata Nasri, Senin (6/4/2026).
Nasri mengatakan selain Blok Andaman I, minat investor juga datang untuk bekas Blok Zaratex yang berada di kawasan Lhokseumawe. Blok ini menarik perhatian perusahaan petroleum asal Malaysia yang berencana mengelolanya melalui skema kerja sama.
Dalam rencana tersebut, pengelolaan akan dilakukan bersama antara PT Energi Hijau Biru dan Barakah Petroleum dari Malaysia.
Nasri menjelaskan kedua calon investor tersebut dijadwalkan akan memaparkan rencana pengelolaan masing-masing blok pada pekan kedua April 2026.
Baca juga: SKK Migas & Mubadala Bahas Proyek Strategis Gas Andaman Dukung Ekonomi Aceh
Ia menargetkan momentum tersebut dapat terealisasi dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 mendatang.
“Insya Allah kita targetkan beberapa blok sudah bisa tanda tangan kontrak di IPA nanti,” katanya.
Nasri juga mengatakan skema penerimaan dari sektor migas tetap mengacu pada aturan nasional. Seluruh pendapatan akan terlebih dahulu masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak sebelum dibagi antara pemerintah pusat dan daerah, dengan komposisi 70 persen untuk Aceh dan 30 persen untuk Pemerintah Pusat.
“Komposisinya 70 persen untuk Aceh dan 30 persen untuk pemerintah pusat,” jelasnya.
Menurutnya, meningkatnya minat investasi di sektor migas Aceh menjadi sinyal positif di tengah dinamika global, sekaligus membuka peluang bagi peningkatan pendapatan daerah dalam jangka panjang.













