Home Investasi BPMA Tuntaskan Lifting Kondensat Terakhir 2025

BPMA Tuntaskan Lifting Kondensat Terakhir 2025

BPMA Tuntaskan Lifting Kondensat Terakhir 2025
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Aceh berhasil melaksanakan kegiatan lifting dan pengapalan kondensat terakhir pada 2025 di tengah kondisi bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Bencana tersebut berdampak langsung terhadap operasional hulu migas, khususnya KKKS yang beroperasi di Aceh Utara dan Aceh Timur.

Lifting kondensat tersebut dilaksanakan untuk tujuan domestik sebagai bagian dari dukungan pasokan kebutuhan nasional ke Kilang TPPI Tuban.

Proses pengapalan menggunakan kapal MT Supreme Star dengan total kargo mencapai 92.592,08 barel. Jumlah tersebut terdiri atas 61.750 barel kondensat yang berasal dari Wilayah Kerja Blok A dan 30.842,08 barel kondensat dari Wilayah Kerja Blok B.

Meski dilaksanakan dalam situasi darurat akibat bencana alam yang memengaruhi akses dan aktivitas operasional, proses lifting dan pengapalan tetap berjalan aman serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Deputi Operasi BPMA, Muhammad Mulyawan, menyampaikan secara keseluruhan total lifting kondensat sepanjang tahun 2025 mencapai 608.599 barel.

Dari jumlah tersebut, kontribusi Blok A tercatat sebesar 299.060 barel, sementara Blok B menyumbang 309.538 barel. Ia menjelaskan secara kumulatif realisasi lifting kondensat tahun 2025 telah mencapai 100 persen dari target Work Planning & Budgeting (WP&B), dengan capaian Blok A mencapai 102 persen dan Blok B sebesar 98 persen.

Baca juga: Kementerian ESDM dan BPMA Serahkan Genset Untuk Posko Pengungsian di Bireuen

Mulyawan menambahkan capaian tersebut tidak terlepas dari peran strategis fungsi komersialisasi dalam mengoptimalkan pengambilan stok kondensat bagian negara.

Optimalisasi dilakukan melalui pengambilan deadstock Blok A di tangki nominasi serta optimalisasi pengambilan stok kondensat bagian negara dari Wilayah Kerja Blok B. Langkah tersebut dilakukan setelah koordinasi dan konsultasi dengan tim operasi guna memastikan bahwa upaya yang ditempuh aman dan memungkinkan secara operasional.

Sementara itu, Kepala BPMA, Nasri, menilai capaian lifting kondensat sepanjang 2025 diraih melalui berbagai tantangan, terutama pada periode akhir tahun. Ia menjelaskan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh berdampak langsung terhadap seluruh KKKS dan memaksa sebagian kegiatan produksi dihentikan sementara.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi energi positif bagi kinerja migas Aceh di tengah kondisi yang penuh tantangan, dengan sinergi antara BPMA dan KKKS sebagai kunci agar kegiatan operasional tetap dapat berjalan.

Nasri juga menegaskan BPMA mendukung penuh upaya KKKS untuk segera mengembalikan dan menstabilkan produksi pascagangguan operasional. Hal ini diharapkan dapat menjaga produksi pada tahun mendatang sehingga target lifting dapat kembali tercapai secara optimal.

Berdasarkan konfirmasi kepada tim operasi, produksi dari Blok A dan Blok B kini telah kembali dilakukan setelah melalui sejumlah proses penanganan.

Previous articleBank Aceh Ingatkan Modus CoreTax File Pajak Palsu di WhatsApp
Next articleBener Meriah Diguncang 4 Kali Gempa dalam Satu Malam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here