
Komparatif.ID, Banda Aceh– Kepolisian Daerah (Polda) Aceh resmi membuka Bhayangkara Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Merah Mapolda Aceh, Banda Aceh, itu berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Juni 2026, dengan menghadirkan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat.
Pembukaan Bhayangkara Fest 2026 dilakukan langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., pada Jumat malam (19/6/2026). Acara tersebut dihadiri ribuan masyarakat. Meski hujan mengguyur kawasan Mapolda Aceh, antusiasme masyarakat untuk mengikuti rangkaian pembukaan tetap tinggi.
Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026 dirangkai dengan Kajian Islami bersama Ustaz Dr. Adi Hidayat.
Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang telah hadir. Menurutnya, kehadiran masyarakat menjadi energi positif bagi jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kehadiran saudara sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus energi positif bagi kami untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Apalagi di tengah-tengah kita malam ini hadir seorang ulama, cendekiawan, sekaligus pendakwah yang sangat dicintai masyarakat Indonesia, yaitu Ustaz Adi Hidayat,” kata Marzuki Ali Basyah.
Baca juga: Polda Aceh Musnahkan 3 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar
Kapolda Aceh juga menyampaikan penghargaan kepada Ustaz Adi Hidayat yang bersedia mengisi kajian pada malam pembukaan. Ia berharap kajian yang mengangkat tema kebangsaan tersebut dapat memperkuat nilai persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Marzuki Ali Basyah mengatakan, masyarakat Aceh masih mengingat berbagai kontribusi yang pernah diberikan Ustaz Adi Hidayat, termasuk saat membantu warga terdampak musibah di sejumlah daerah, di antaranya Aceh Tamiang. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Aceh.
Menurut alumnus Akabri 1991 tersebut, Bhayangkara Fest 2026 dirancang sebagai ruang kebersamaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari kajian Islami, perlombaan kreatif bagi generasi muda, kegiatan olahraga, hingga pertunjukan seni dan hiburan musik.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa Polda Aceh merupakan bagian dari masyarakat dan harus terus hadir di tengah warga melalui kegiatan yang memberikan manfaat. Ia menyebut Bhayangkara Fest menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.
Selain menghadirkan berbagai kegiatan hiburan dan perlombaan, Bhayangkara Fest 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Menurut Kapolda, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan serta menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
“Oleh karena itu, mari kita mendukung produk-produk lokal dan memberikan ruang tumbuh bagi para pelaku usaha kecil agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang semakin besar,” ujarnya.
Selama pelaksanaan festival, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia. Pada Sabtu, 20 Juni 2026, digelar lomba monolog, lomba band, serta lomba azan, yang dilanjutkan dengan penampilan grup musik D’Masiv pada malam harinya.
Pada Minggu, 21 Juni 2026, akan dilaksanakan Bhayangkara Run 2026 sejak pagi hari. Selain itu, terdapat lomba mewarnai bagi anak-anak di Meuligoe Polda Aceh dan hiburan rakyat pada malam hari. Rangkaian Bhayangkara Fest 2026 akan ditutup pada Senin, 22 Juni 2026, dengan lomba fashion show serta penampilan penyanyi Ghea Indrawari.
Kapolda Aceh berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan membawa manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dan persatuan demi mewujudkan Aceh yang aman, damai, dan maju.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Aceh,” tutupnya.












