
Komparatif.ID, Banda Aceh— Bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta yang disalurkan Baitul Mal Aceh pada 2022 menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Gampong Ie Beudoh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.
Dana tersebut dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) untuk mendorong usaha produktif yang melibatkan masyarakat setempat. Tiga tahun berselang, usaha yang dijalankan BUMG Gampong Ie Beudoh menunjukkan hasil positif.
Unit usaha BUMG tersebut kini mampu mencatat keuntungan hingga Rp12 juta per bulan.
Keuchik Gampong Ie Beudoh, Ikhsan Januarijal, mengatakan bantuan dari Baitul Mal Aceh menjadi faktor penting dalam perkembangan usaha yang dijalankan di desanya.
Menurut dia, dukungan modal awal tersebut telah menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya usaha yang kini semakin berkembang.
Baca juga: Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Rp735 Juta Untuk Korban Banjir
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, usaha kami terus berkembang dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya melalui sistem bagi hasil,” ujar Ikhsan, Kamis (9/4/2026).
Selain memberikan kontribusi terhadap pendapatan gampong, usaha tersebut juga telah menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Hingga kini, tercatat sebanyak 22 tenaga kerja direkrut untuk mendukung operasional usaha. Seluruh pekerja yang terlibat merupakan warga Gampong Ie Beudoh.
Dari sisi produksi, usaha BUMG Ie Beudoh saat ini mampu menghasilkan sekitar 500 kotak per hari. Namun, kapasitas tersebut masih belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar yang mencapai sekitar 2.000 kotak per hari.
Tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, usaha yang dijalankan BUMG Ie Beudoh juga memiliki nilai sosial. Masyarakat di gampong maupun wilayah sekitar diperbolehkan mengambil air dari pipa lain yang siap dikonsumsi tanpa dipungut biaya.
Warga hanya diminta memberikan sedekah seikhlasnya, yang selanjutnya akan disalurkan untuk kebutuhan masjid setempat.












