Home News Daerah Balita 3 Tahun yang Jatuh ke Sungai Juli Ditemukan Meninggal Dunia

Balita 3 Tahun yang Jatuh ke Sungai Juli Ditemukan Meninggal Dunia

Balita 3 Tahun yang Jatuh ke Sungai Juli Ditemukan Tak Bernyawa
Jasad Muhammad Fadhil saat dievakuasi di tepi sungai Dusun Kubang Hitam, Gampong Pante Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Pencarian terhadap Muhammad Fadhil (3), balita yang dilaporkan tenggelam di Sungai Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Kamis, 2 April 2026, di tepi sungai Dusun Kubang Hitam, Gampong Pante Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Korban ditemukan oleh warga bersama ayahnya, Rudi, setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif selama tiga hari. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 15 kilometer dari titik awal kejadian di Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Sebelumnya, tim pencarian dari berbagai unsur telah bergerak sejak Selasa malam, 31 Maret 2026, tak lama setelah laporan kejadian diterima. Pencarian dilanjutkan pada Rabu hingga Kamis siang dengan menyasar sejumlah titik di sepanjang aliran sungai.

Tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di badan sungai serta menyusuri bantaran sungai dengan berjalan kaki.

Ketua Tim Satuan Tugas SAR Bireuen, Agus Saputra, menyampaikan dengan ditemukannya jasad korban, maka operasi pencarian secara resmi dihentikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian sejak hari pertama kejadian.

Baca juga: SAR Bireuen Lanjutkan Pencarian Balita 3 Tahun yang Jatuh dari Gerobak Gantung

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi. Dengan ditemukan jenazah Muhammad Fadhil, maka operasi telah selesai,” ujar Agus Saputra, Kamis (2/3/2026).

Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian terdiri dari Pos Siaga SAR Bireuen, Satgas SAR Bireuen, Koramil Juli, Kapolsek Juli, RAPI Bireuen, masyarakat setempat, Bentang Rescue, POGI Bireuen, serta Mapala Alaska Al-Muslim.

Sebelumnya dilaporkan peristiwa nahas yang menimpa Muhammad Fadhil terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 21.40 WIB.

Saat itu, korban bersama ibunya, Faridah, dan ayahnya, Rudi, tengah menyeberangi Sungai Juli dari Dusun Bivak menuju posko pengungsian di Krueng Simpo. Mereka menggunakan gerobak gantung darurat sebagai alat penyeberangan.

Saat berada di tengah perjalanan, pintu gerobak tersebut disebut terbuka secara tiba-tiba. Posisi korban yang berada tepat di depan pintu membuatnya langsung terjatuh ke sungai dari ketinggian sekitar tiga meter. Kejadian berlangsung cepat dan korban tidak sempat diselamatkan.

Previous articleEks Kadis BPSDM Aceh Syaridin Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa
Next articleLantik 8 Pejabat Tinggi, Bupati Bireuen: Tak Ada Ruang bagi Kinerja Lamban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here