Home News Nasional Bahlil: Gak Perlu Panik, Pasokan BBM Aman Suplai Kita Lancar

Bahlil: Gak Perlu Panik, Pasokan BBM Aman Suplai Kita Lancar

Bahlil: Gak Perlu Panik, Pasokan BBM Aman, Suplai Kita Lancar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Foto: BPMI Setpres.

Komparatif.ID, Jakarta— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta masyarakat tidak panik terkait kondisi pasokan BBM dalam negeri. Pemerintah memastikan ketersediaan BBM tetap aman meskipun terjadi konflik di kawasan Timur Tengah.

Bahlil mengatakan pemerintah bersama Pertamina telah melakukan penyesuaian sumber pasokan minyak mentah sehingga tidak lagi bergantung pada negara-negara di Timur Tengah.

Menurut Bahlil, Indonesia saat ini memperoleh pasokan minyak dari sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil.

“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” ujar Bahlil, di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan kondisi suplai BBM nasional saat ini dalam keadaan lancar. Pemerintah memastikan distribusi berjalan sebagaimana mestinya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar.

“Minyak kita itu aman. Jadi nggak perlu ada panik. Suplai lancar,” kata Bahlil.

Baca juga: Bupati Aceh Tengah Larang Pertalite Dijual Eceran, Stok BBM Cukup Hingga Lebaran

Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau provokasi yang beredar. Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global sekaligus memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.

Ia menegaskan sekalipun terjadi konflik di kawasan Timur Tengah, kondisi pasokan energi Indonesia tetap terjaga. Hal itu karena sumber impor minyak telah didiversifikasi ke sejumlah negara lain.

“Jadi insyaAllah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi nggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru,” imbuhnya.

Previous articleIran: 1.332 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan AS–Israel
Next articleTrump Akan Jual 12 Ribu Badan Bom untuk Israel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here