Home News Daerah Anggota DPRK Bireuen Keuchik Tami Keluar dari Fraksi PKB

Anggota DPRK Bireuen Keuchik Tami Keluar dari Fraksi PKB

Anggota DPRK Bireuen Keuchik Tami Keluar dari Fraksi PKB
Anggota DPRK Bireuen dari PNA, Multazami Abu Bakar atau akrab disapa Keuchik Tami (tengah) resmi menyatakan keluar dari Fraksi PKB di DPRK Bireuen. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Anggota DPRK Bireuen dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Multazami Abu Bakar (Keuchik Tami) resmi menyatakan keluar dari Fraksi PKB di DPRK Bireuen, Rabu (14/1/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan pribadi dan politik yang menurutnya tidak lagi sejalan dengan hati nurani serta arah perjuangan yang selama ini ia yakini.

Keuchik Tami menyampaikan keluarnya dirinya dari Fraksi PKB merupakan keputusan sadar yang diambil pada momentum yang tepat. Ia menilai sudah saatnya menentukan sikap politik secara tegas, terutama dalam konteks menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Meski tidak menguraikan secara rinci alasan yang melatarbelakangi keputusannya, ia menegaskan bahwa terdapat perbedaan prinsip dan visi yang tidak lagi bisa diselaraskan dengan Fraksi PKB.

Baca juga: Pemkab Bireuen Tidak Timbun Bantuan, Pernyataan Oknum DPRK Fitnah

Selama menjabat sebagai anggota DPRK Bireuen, Keuchik Tami dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Kuta Blang, Makmur, dan Gandapura.

Ia kerap disebut sebagai sosok yang dekat dengan warga dan konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat di tingkat parlemen daerah. Menurutnya, keberpihakan kepada rakyat harus tetap menjadi orientasi utama, terlepas dari dinamika politik yang terjadi di internal fraksi maupun partai.

Keputusan keluar dari Fraksi PKB ini, kata Keuchik Tami, tidak mengurangi komitmennya untuk tetap bekerja dan menjalankan tugas sebagai anggota DPRK Bireuen.

Ia berharap dengan posisi yang lebih independen, ruang geraknya dalam menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat justru dapat menjadi lebih luas dan bebas dari kepentingan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang ia pegang.

Previous articleBupati Bireuen Groundbreaking Sekolah Rakyat Aceh 1
Next articleDeputi RR BNPB: Tidak Ada Penimbunan Bantuan di Gudang BPBD Bireuen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here