Wednesday, 14 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Olahraga

Minim Kontribusi, Persiraja Pecat Djakaridja Traore

djakaridja traore
Presiden Persiraja Nazaruddi Dek Gam, Selasa, 14 Oktober 2026, mengumumkan pemecatan Djakaridja Traore dari skuadnya. Foto: Instagram Persiraja

Komparatif.ID,Banda Aceh – Djakaridja Traore dipecat oleh Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyampaikan pemecatan itu pada Selasa, 14 Oktober 2026.

31 Juli 2026, Persiraja Banda Aceh mendatangkan striker asal Pantai Gading bernama Djakaridja Traore. Pria jangkung dengan tinggi 1,93 meter tersebut, diharapkan bisa menjadi tulang punggung bagi Persiraja pada kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Datang dengan status bebas transfer, manajemen yang terbius sesuatu, tidak mengumumkan berapa nilai kontrak pemain asing tersebut. Di platform Transfermark, nilai pasar striker tersebut Rp1,74 miliar.

BACA: Persiraja Hentikan Tren Negatif, Taklukkan PSIS 3-1

Sejak awal kehadirannya di skuad Persiraja, fans Lantak Laju sudah menaruh curiga, bila manajemen Persiraja telah salah rekrut. Di warkop dan di media sosial, para penggemar persiraja membahas gossip bila manajemen telah terkena kibus dari agen.

Sas-sus tersebut kian santer ketika dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, Djakaridja Traore bermain seperti bukan pemain profesional. Bahkan kalah jauh dari King Polo, raja tarkam yang sedang naik daun di turnamen tarkam Indonesia.

Rekam Jejak Djakaridja Traore

Lahir pada 2 Agustus 1998 di Abobo, Pantai Gading, Djakaridja Traore tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ibrahim Traore yang kini menjabat Presiden Transisi Burkina Faso.

Sebelum bergabung dengan Persiraja, pria jangkung tersebut telah bermain untuk sejumlah klub sepak bola profesional. Ia pernah bermain bola di Eropa Timur, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.

Ia pernah merumput di klub Železničar Pančevo yang berlaga di kompetisi sepak bola Serbia. Pada tahun 2025, ia bermain untuk klub Turki Instanbulspor. Sebelum menuju Indonesia, ia merapat ke kompetisi I-League (Liga India) untuk membela Real Kashmir FC. Di sana, ia mencatatkan 9 penampilan dan menyumbang 3 buah gol.

Dari rekam jejaknya, dia bukanlah pemain yang memiliki prestasi. Penampilannya dengan beberapa klub yang pernah ia bela, berujung kekecewaan manajemen dan tifosi.

Ia besar karena cerita agen. Dia bisa masuk ke beberapa klub karena manajemen terkecoh. Termasuk Persiraja, yang terkecoh dengan cerita tentang kehebatan sang striker.

Bergabung pada akhir Juli, dan kemudian angkat koper pada pertengahan Oktober 2026, merupakan bukti terbaru bila bila Traore yang satu ini hana jeut taharap sapu (tidak bisa diandalkan).

Presiden Persiraja meminta maaf kepada seluruh pendukung. Ia mengaku telah melakukan kesalahan. Ia salah rekrut pemain.

Hingga pekan kelima musim ini, Persiraja sudah empat kali kalah dan satu kali menang. Pelatih Jaya Hartono dipecat atas serangkaian hasil buruk yang dituai Persiraja. Kemudian Traore juga dipecat. Bonden Kutaraja tersebut juga harus membayar denda sebesar Rp95 juta–Rp100 juta akibat pelanggaran regulasi keselamatan dan tindakan indisipliner penonton saat menjamu Sumsel United di Stadion H. Dimurthala.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *