Komparatif.ID, Bireuen– Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) tingkat Kabupaten Bireuen di Aula Wisma Bireuen Jaya, Rabu (14/10/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar dengan pendekatan berbasis siklus hidup manusia.
Peluncuran ILP ditandai dengan peresmian oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., dan menjadi bagian dari pelaksanaan pilar pertama Transformasi Sistem Kesehatan yang diamanatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, para pejabat pimpinan tinggi pratama, camat, kepala puskesmas, Ketua Asosiasi Keuchik di tiga wilayah Bireuen, serta perwakilan keuchik dari seluruh Kabupaten Bireuen.
Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai kebijakan dan pelaksanaan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Selain pemahaman, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan sistem pelayanan baru. Koordinasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, layanan rujukan hingga tingkat pemerintahan gampong juga menjadi bagian penting dalam penerapan ILP.
“Tujuannya meningkatkan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, kemudian rujukan sampai ke tingkat perangkat desa. Kemudian mendukung pelaksanaan integrasi layanan primer ini agar pelayanan semakin mudah dan mudah diakses oleh masyarakat,” kata dr. Irwan.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 101 peserta dan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat. Peserta berasal dari berbagai unsur dengan perhatian utama kepada tenaga puskesmas dan penanggung jawab klaster di masing-masing puskesmas.
Pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik melalui DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen Tahun Anggaran 2026.
Baca juga: Tundukkan Kota Juang, Jangka Lolos ke Final Piala Bupati Bireuen 2026
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengatakan peluncuran ILP menjadi momentum penting dalam pembaruan sistem kesehatan daerah. Menurutnya, program tersebut membawa perubahan pendekatan pelayanan dari yang sebelumnya lebih berorientasi pada penyakit menjadi pelayanan berdasarkan siklus hidup manusia.
“ILP ini bukan sekadar program baru, melainkan sebuah perubahan paradigma pelayanan kesehatan. Jika selama ini pelayanan kesehatan cenderung berdasarkan penyakit, maka melalui ILP, pelayanan akan difokuskan pada siklus hidup manusia mulai dari masa kehamilan, balita, remaja, dewasa, hingga lansia,” ujar Mukhlis.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen mendukung penerapan ILP dengan memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat dasar secara berjenjang. Penguatan tersebut dilakukan melalui optimalisasi peran puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Posyandu di setiap gampong.
Menurutnya, integrasi layanan primer diharapkan membuat masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas.
“Tujuan utama dari integrasi ini adalah memastikan layanan kesehatan dasar yang berkualitas dapat diakses secara lebih cepat, tepat, dekat, dan ramah oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bireuen tanpa terkecuali,” tegasnya.
Mukhlis juga memberikan apresiasi kepada Posyandu ILP di Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, yang telah menjalankan program tersebut dan mendapat perhatian positif dari Kementerian Kesehatan RI. Ia berharap praktik yang telah berjalan di Meunasah Dayah dapat direplikasi di gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen.
Dalam arahannya, Bupati meminta Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas segera menata alur pelayanan sesuai dengan klaster berdasarkan siklus hidup. Penataan tersebut diharapkan dapat membuat penerapan ILP berjalan secara terarah di tingkat pelayanan dasar.
Para camat dan keuchik juga diminta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program, termasuk mengoptimalkan dana desa untuk mendukung keberlanjutan operasional Pustu dan Posyandu ILP.
Sementara kepada kader Posyandu, Mukhlis berpesan agar terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan, terutama dalam melakukan skrining kesehatan secara berkala. Peran kader dinilai penting karena menjadi bagian yang berhadapan langsung dengan masyarakat di tingkat gampong.




