Home News 1.709 Alat Berat Dikerahkan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra

1.709 Alat Berat Dikerahkan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra

1.709 Alat Berat Dikerahkan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra
Bantuan alat berat untuk wilayah terdampak bencana. Foto: Dok. Satgas PRR.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat telah memobilisasi 1.709 unit alat berat di Pulau Sumatra untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.

Ribuan alat berat tersebut terus bekerja di berbagai daerah terdampak, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pengerahan alat difokuskan untuk membersihkan material longsor, membuka akses jalan yang terputus, menormalisasi sungai, serta mendukung pemulihan kawasan permukiman warga.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas normal.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Dody dikutip Kamis (4/6/2026).

Dukungan alat berat tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak bencana, mulai dari Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang di Provinsi Aceh, ruas Tarutung–Sibolga di Sumatera Utara, hingga kawasan terdampak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dukungan penanganan juga datang dari Polri yang mengerahkan sedikitnya 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck di berbagai lokasi terdampak. Di Aceh, alat berat digunakan untuk membuka akses menuju desa yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, serta memperkuat tanggul sungai di sejumlah titik.

Sementara itu, di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, alat berat difokuskan untuk membuka kembali jalur distribusi logistik, membersihkan kawasan padat penduduk, serta memulihkan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

Kolaborasi pemulihan pascabencana juga melibatkan BUMN konstruksi dan sektor swasta. Dukungan alat berat berasal dari sejumlah perusahaan, di antaranya Brantas Abipraya, Wijaya Karya, dan Komatsu yang turut mendistribusikan ekskavator ke berbagai wilayah di Sumatra.

Baca juga: Safrizal: Semua Huntara Rusak di Langkahan Akan Direhabilitasi K/L Terkait

Di sisi lain, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra juga merespons kebutuhan daerah yang masih menghadapi ancaman longsor dan banjir berulang. Salah satunya di Kabupaten Aceh Tengah yang mengajukan permohonan tambahan alat berat guna mendukung percepatan pemulihan.

Permohonan yang diajukan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mendapat tindak lanjut dari Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.

Bantuan yang dikirim mencakup 14 unit dump truck, empat unit excavator, dan tiga unit backhoe loader. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan dukungan operator serta bahan bakar untuk menunjang operasional selama masa pemulihan.

Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, memperbaiki akses jalan, serta melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik yang dinilai rawan terdampak bencana.

“Dengan datangnya bantuan dari Mendagri ini tentu sangat membantu masyarakat Aceh Tengah. Tadi kami juga baru selesai rapat bersama 42 desa terdampak bencana yang memang membutuhkan alat berat ini,” ujar Haili Yoga.

Previous articleDadan cs Disebut Kantongi Miliaran per Hari dari Yayasan SPPG
Next articleKadisdik Aceh Pastikan Penerimaan Murid Baru Gratis

1 COMMENT

  1. libatin juga tu kontraktor-kontraktor di aceh. suruh ambil tanah buat timbun di aceh tengah ataupun tamiang dimanapun yang terdampak bencana. jadi, mereka nggak perlu tu beli tanah buat timbun lagi, ambel aja tanah yang nimbun rumah warga area persawahan. semua senang, kontraktor dapat tanah gratis (cuma keluar biaya operasional aja), warga juga senang rumahnya nggak tertimbun lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here