Home News Daerah Pembangunan Huntap di Bireuen Dimulai, BNPB Target 1000 Rumah Tahap Pertama

Pembangunan Huntap di Bireuen Dimulai, BNPB Target 1000 Rumah Tahap Pertama

pembangunan huntap di Bireuen
Bupati Bireuen H. Mukhlis (jongkok) melakukan peletakan batu pertama pembangunan huntap untuk korban banjir dan tanah longsor di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Rabu, 7 Januari 2026. Foto: Rizal Bank Pineung/Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen—Pembangunan huntap (hunian tetap) untuk korban banjir dan tanah longsor di Bireuen telah dimulai. Peletakan batu pertama pembangunan huntap dilaksanakan di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli,Rabu, 7 Januari 2026.

Pada kesempatan itu Bupati Bireuen H. Mukhlis mengatakan, untuk tahap pertama pihak Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan membangun 1.000 unit hunian tetap.

Pembangunan huntap untuk pertama kali diprioritaskan untuk korban banjir dan tanah longsor yang telah memiliki tanah yang dibuktikan dengan dokumen.

Untuk masyarakat korban yang belum memiliki tanah, Bupati berpesan supaya bersabar. Pihak Pemkab sedang menyusun skema penyelesaian yang paling tepat dan cepat.

Baca: Prabowo Tunjuk Tito Karnavian Pimpin Satgas Pemulihan Banjir Sumatra

“Ini yang kita upayakan segera mungkin dibangun rumah yang ada tanah terlebih dahulu. Sesuai dengan data yang sudah masuk ke Pusat [BNPB], insyaallah akan terus [dibangun].

pembangunan huntap di Bireuen
Bupati Bireuen H. Mukhlis (kiri) menyerahkan dana tunggu hunian dan jatah hidup secara simbolis kepada perwakilan korban bencana di Balee Panah, Kecamatan Juli. Rabu, 7 Januari 2026. Foto: Rizal Bank Pineung/Komparatif.ID.

Sementara yang belum ada tanah akan kita lihat skemanya bagaimana. Yang pastinya semua akan terus kita bangun. Sementara ini yang sudah ada data, ada alas hak, terus kita bangun terlebih dahulu,” kata Bupati, saat wawancara dengan wartawan seusai ground breaking.

Pembangunan huntap di Bireuen akan dilakukan di seluruh kecamatan terdampak. Untuk tahap pertama akan dibangun 1000 unit hunian tetap. Untuk setiap huntap, jangka waktu kerja sesuai dengan keterangan BNPB, membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

“Targetnya, kalau saya tidak keliru, karena yang bangun ini BNPB, kata Kepala BNPB sekitar dua minggu,” terang Bupati Mukhlis.

Saat wartawan menanyakan anggaran untuk pembangunan huntap per unit, Mukhlis, mengutip keterangan BNPB, anggarannya sekitar 60 juta per unit. Tipe hunian tetap tersebut 36.

Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Brigjen TNI (Purn) Yannamora, pada wawancara yang sama menyebutkan terkait dengan masyarakat korban yang tidak memiliki lahan untuk pembangunan huntap, penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pihak BNPB untuk saat ini hanya membangun rumah yang sudah clean and clear lahan dan dokumennya.

Yannamora juga mengatakan, untuk Kabupaten Bireuen, jumlah hunian tetap yang harus dibangun mencapai 3.626 unit. Data tersebut berdasarkan pendataan tahap pertama. Bila pendataan tahap kedua telah selesai, diperkirakan jumlah keseluruhan 4 ribu unit ke atas.

Keuchik Gampong Balee Panah Teungku Muntazar, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB, Bupati Bireuen, dan seluruh elemen lainnya, yang telah bekerja pro aktif siang dan malam, demi menanggulangi dampak bencana.

Dia juga berterima kasih kepada Pemkab Bireuen yang telah memilih Balee Panah sebagai tempat dimulainya peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Bireuen.

Sebelum peletakan batu pertama, Bupati Bireuen menyerahkan dana tunggu hunian secara simbolis kepada Saiful Bahri, warga Dusun Kayee Jatoe. Selain itu juga diberikan jadup kepada para korban yang hadir.

Pantauan Komparatif.ID di lapangan, peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis yang didampingi Ketua PKK Bireuen Hj. Sadriah. Kemudian dilanjutkan oleh Brigjen TNI (Purn) Yannamora, dan sejumlah orang lainnya.

Previous articlePolres Aceh Jaya Ringkus Pelaku Pembunuhan di Sampoiniet
Next articlePotret Kehancuran Desa Jongok Aceh Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here