Home News 53 Siswa Gugur Akibat Serangan Israel di Iran Selatan

53 Siswa Gugur Akibat Serangan Israel di Iran Selatan

53 Siswa Gugur Akibat Serangan Israel di Iran Selatan Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Tewas Akibat Serangan AS
Kepulan asap membubung setelah ledakan di Teheran. Foto: Aljazeera/Getty Images.

Komparatif.ID, Teheran—Paling kurang 53 siswa gugur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Iran Selatan.

Menurut informasi yang diberitakan Kantor Berita Iran, Israel dan sekutunya itu telah menyerang sekolah putri di Minab pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Serangan Israel yang menyebabkan 53 siswa gugur di Minab, Provinsi Hormozgan, telah menambah luka bagi rakyat Iran terhadap Israel.

Pada awal serangan, 42 siswa gugur di lokasi sekolah, dan 63 lainnya menderita luka-luka.

Gubernur provinsi Minab, Mohammad Radmehr, dalam keterangannya mengatakan pada hari Sabtu sekolah Shajareye Tayabeh telah diserang secara langsung dan sejumlah siswa telah gugur.

Ia mengatakan operasi penyelamatan dan bantuan sedang berlangsung di sekolah tersebut, menambahkan bahwa situasi keamanan di kota tersebut terkendali.

Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan aksi agresi bersama terhadap Iran pada Sabtu pagi.

Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran, menargetkan wilayah yang diduduki Israel dan pangkalan militer Amerika di seluruh wilayah tersebut dengan rudal balistik dan drone.

Baca juga: Iran Tutup Wilayah Udara Selama 6 Jam

Menlu Iran Minta Negara Regional Lawan Israel

Menteri Luar Negeri Iran meminta negara-negara regional untuk bertindak melawan agresi AS-Israel. Bila mereka diam, tindakan berulang—serangan militer– seperti yang dilakukan terhadap Iran, akan terjadi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam seruannya pada Sabtu, 28 Februari 2026 memperingatkan bahwa perang yang dipaksakan ini bukan hanya melawan bangsa Iran, tetapi juga melawan seluruh kawasan.

Araghchi mengeluarkan peringatan tersebut dalam panggilan telepon terpisah dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Irak, menyusul serangan AS-Israel yang tidak beralasan terhadap negara itu pada hari Sabtu.

“Merupakan tanggung jawab semua negara Muslim dan pemerintah regional untuk bertindak sesuai kewajiban historis mereka untuk melawan rencana jahat rezim Israel,” tegasnya.

Abbas Araghchi dalam teleponnya memberikan informasi terbaru tentang perkembangan yang sedang berlangsung. Ia menggambarkan agresi terhadap Iran sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan melawan perdamaian dan keamanan internasional.

Menteri Luar Negeri mengklarifikasi bahwa Republik Islam akan menggunakan seluruh kemampuan pertahanannya, berdasarkan hak inherennya untuk membela diri, guna melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Menunjuk pada komitmen Iran untuk melanjutkan kebijakan bertetangga baik, Araghchi mengingatkan semua negara di kawasan untuk mencegah AS dan Israel memanfaatkan wilayah mereka untuk melakukan agresi terhadap Iran.

Angkatan Bersenjata Iran menganggap siapa saja yang menjadi pemberi ruang bagi Israel,sebagai target yang sah sumber dan asal agresi musuh. Siapapun akan dibalas bilamana negara tersebut dipergunakan oleh AS-Israel untuk melawan operasi pertahanan Iran.

Sikap tersebut, katanya sesuai dengan hukum internasional.

Disadur dari Kantor Berita Irna.

Previous articleBahaya Minum Teh Manis Saat Sahur
Next articleMualem Geser Kadis DKP Aceh dari Aliman ke Safrizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here