
Komparatif.ID, Banda Aceh— UIN Ar-Raniry Banda Aceh menambah jumlah paket berbuka puasa menjadi 2.500 paket per hari selama Ramadan 1447 Hijriah. Penambahan ini dilakukan setelah jumlah penerima manfaat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, panitia menyiapkan 2.000 paket per hari untuk dibagikan kepada sivitas akademika dan masyarakat umum.
Kegiatan berbuka puasa bersama tersebut dipusatkan di Auditorium Prof Ali Hasjmy dan terbuka bagi mahasiswa, pelajar, serta warga sekitar.
Ketua panitia, Muqni Affan, mengatakan lonjakan jumlah warga yang datang setiap sore mendorong panitia untuk mengevaluasi kuota yang telah ditetapkan di awal Ramadan.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Agar lebih banyak yang terlayani, kami tingkatkan menjadi 2.500 paket per hari,” kata Muqni, Kamis (26/2/2026).
Masyarakat mulai berdatangan sejak sore hari. Pelajar dan mahasiswa tampak mendominasi antrean. Panitia membagikan paket berbuka yang berisi nasi, makanan ringan, teh, dan buah.
Paket-paket tersebut disusun rapi hingga lantai dua auditorium untuk memudahkan proses distribusi. Akses masuk diatur dengan sistem antre guna mencegah penumpukan massa dan memastikan pembagian berjalan tertib.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Sediakan Ribuan Makan Berbuka Setiap Hari
Muqni menyebutkan keputusan menambah kuota mendapat persetujuan cepat dari pihak donatur dan rektor. Ia mengatakan dukungan diberikan segera setelah panitia menyampaikan kebutuhan tambahan akibat peningkatan jumlah penerima manfaat. Menurutnya, respons cepat tersebut memungkinkan penambahan paket dilakukan tanpa mengganggu jadwal pembagian yang telah berjalan.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menjelaskan tahun ini merupakan tahun ketiga kampus menerima bantuan Ramadan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Program iftar jama’i tersebut merupakan bagian dari bantuan Ramadan yang disalurkan melalui Zayed for Good Foundation bekerja sama dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Ia menjelaskan lokasi kegiatan tahun ini dipindahkan dari Masjid Fathun Qarib ke auditorium kampus setelah dilakukan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Faktor cuaca, terutama tingginya curah hujan pada Februari, menjadi salah satu pertimbangan utama. Dengan menggunakan ruang tertutup, pelaksanaan kegiatan dinilai lebih tertib dan nyaman bagi penerima manfaat maupun panitia.
“Ruang tertutup membuat kegiatan lebih tertib dan nyaman,” kata Mujiburrahman.
Selain pembagian di kampus, panitia juga menyalurkan 1.000 paket per hari pada 22 hingga 24 Februari 2026 di Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya, pada 25 hingga 27 Februari 2026, pembagian dilakukan di Dayah Mahyal Ulum dengan jumlah 500 paket per hari.












