
Komparatif.ID, Aceh Tamiang— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Samudra (Unsam) mengembangkan sistem informasi untuk mendukung pengelolaan sanitasi dan penyaluran air bersih pascabencana di Desa Dagang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program pengabdian mengusung tema “Pengembangan Sistem Informasi untuk Pengelolaan Sanitasi dan Penyaluran Air Bersih Pascabencana” itu dilaksanakan pada 14 Februari 2026 dengan melibatkan aparat desa serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Chicha Rizka Gunawan, S.Kom., M.Kom., bersama tim pengabdian yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sanitasi yang baik.
Selain itu, tim PKM Unsam juga memperkenalkan pemanfaatan sistem informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pendataan kebutuhan air bersih serta pengelolaannya secara lebih terorganisir.
Sistem informasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut dirancang untuk membantu aparat desa dan masyarakat dalam melakukan pencatatan, pemantauan, serta pengelolaan data terkait sanitasi dan ketersediaan air bersih.

Baca juga: Tim PKM Unsam Rancang Sistem Digital untuk Tata Bantuan Logistik
Melalui sistem tersebut, proses pengumpulan data dan pengawasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi pascabencana.
Selama kegiatan berlangsung, tim pengabdian juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Datok Desa Dagang, Aziz, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh tim PKM Unsam tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi tim pengabdian dalam membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sanitasi serta distribusi air bersih.
Selain memberikan sosialisasi dan pendampingan terkait penggunaan sistem informasi, tim pengabdian juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa hand sanitizer dan masker yang diberikan kepada 164 kepala keluarga di Desa Dagang.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit yang rentan terjadi dalam situasi pascabencana.












