Seorang oknum Brimob Polda Aceh ditangkap warga Bireuen saat sedang melarikan diri dari kejaran polisi. Sejumlah tembakan yang diarahkan untuk menghentikan Bharaka RF, salah satu butirnya mengalami rekoset, menyebabkan seorang anggota Subdenpom IM/1-1 Bireuen meninggal dunia.
Komparatif.ID, Bireuen- Kondisi Kota Bireuen tiba-tiba tegang pada Sabtu sore, 25 Juli 2026. Warga mendengar sejumlah suara letusan senjata api. Sebuah kabar lebih menegangkan kemudian beredar luas, seorang anggota TNI Angkatan Darat dari unsur Polisi Militer, tewas terkena peluru tajam.
Kota Bireuen sempat tegang, sejumlah orang berbisik-bisik. Mereka saling bertanya apa yang sedang terjadi. demikian juga sejumlah wartawan, mereka lebih rapi mencari informasi.
Tengah malam, satu persatu tabir mulai terbuka. Ternyata tidak ada insiden antara TNI dan Polri. Semuanya bermuasal dari perburuan jaringan narkoba yang sedang bertransaksi di Bireuen. transaksi tersebut melibatkan seorang oknum anggota Brimob Aceh berinisial RF.
Upaya Komparatif.ID merekonstruksi peristiwa itu, setidaknya melahirkan kronologis seperti berikut ini.
Pukul 15.00 WIB, anggota Direktorat Narkoba Polda Aceh sedang melakukan pengintaian terhadap FR dan jaringannya. Tepat pada jam tersebut, Brigadir RF masuk ke dalam kabin mobil berkelir hitam.
Dia menjemput seorang bandar berinisial T alias si Te. Sang bandar menunggu di area Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen. bersama T, terdapat dua orang lainnya yang tidak dikenali oleh RF.
Di dalam mobil double cabin tersebut,mereka melakukan transaksi narkotika golongan II jenis etomide. Sandi transaksi itu diberi nama Ford Getar. Akan tetapi si pembeli belum mengirimkan uang. Sembari menunggu transfer uang selesai dilakukan, mereka berkeliling Kota Bireuen yang dikenal dengan julukan Kota Juang dan Kota Santri.
Baca juga: 6 Pengedar Sabu Diringkus Polisi di Bireuen
Ketika Brigadir RF dan rombongan tiba di depan SPBU Juli, di lintas Bireuen-Takengon, tepatnya di wilayah Desa Cot Meurak, Juli, tim Opsnal Ditnarkoba Polda Aceh melakukan pengejaran dari arah belakang.
Seorang polisi mencegat RF dengan cara mengadang menggunakan sepeda motor. Di tengah rasa takut, RF menerobos pengadangan. Dia menabrak motor tersebut hinga terseret sejauh 1,5 kilometer ke arah kota.
Melihat buruannya melarikan diri, polisi melepaskan tembakan. Setidaknya terdapat tiga kali suara letupan senjata api kerah double cabin yang disopiri RF. Sang polisi tak peduli. Dia menekan gas sekuat-kuatnya ke arah kota.
Tiba di depan SPBU Reuleut, Kecamatan Kota Juang, di lintas nasional Banda Aceh-Medan, arus lalu-lintas macet. RF melarikan diri ke arah SPBU Reuleut.
Dalam keadaan genting tersebut Te dan dua temannya melompat dari mobil. Melihat dirinya ditinggal sendirian, RF bertambah panik. Dia pun memacu double cabin tersebut ke arah Batee Timoh.
Akan tetapi pelariannya mendapatkan perhatian orang ramai. Warga dengan menggunakan sepeda motor membantu polisi melakukan pengejaran. Dalam tempo tidak lama kemudian, dia berhasil dikepung oleh massa. Sang Brimob tersebut pun diringkus.
Setelah penangkapan terhadap RF dilakukan, barulah petugas mendapatkan kabar seorang anggota TNI Subdenpom Bireuen tertembak dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Bireuen Medical Center (BMC). Namanya Pratu Galuh Nugraha, berusia 26 tahun.
Suasana sempat tegang ketika jenazah tiba di rumah sakit. dua personel Polisi Militer marah. Berkat koordinasi antar pimpinan, suasana tegang berangsur pulih. Sementara, Pratu Galuh Nugraha diduga ditembus peluru rekoset yang ditembakkan aparat saat mengejar jaringan narkoba di Bireuen.
Adapun barang bukti yang ditemukan di dalam kabin mobil 150 pcs Pep Otomidate. Komparatif.Id akan melaporkan secepat mungkin perkembangan laporan ini, setelah mendapatkan keterangan dari institusi terkait.

Keknya dulu ada pensiunan perwira tinggi polri yang diwawancara aiman pernah bilang, klo suatu daerah marak perjudian, narkoba, pelacuran, udah pasti dibeking sama aparat atau ada aparat yang bermain. karena mustahil bagi aparat nggak tahu hal-hal begitu.