Komparatif.ID, Takengon— Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Sumatra, Dr. Safrizal ZA, Sabtu, 3 Oktober 2026, menyerahkan dua unit mesin pompa portable untuk Pemkab Aceh Tengah.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Safrizal kepada Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, M. S.P, di area drop off Gayo Petro Hotel, Kota Takengon. Disaksikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Ir. Andaikan, S.T., dan sejumlah pejabat lainnya.
Pada kesempatan itu, Safrizal mengatakan mesin pompa portable memiliki multifungsi. Bisa digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran di permukiman. Bisa juga untuk membantu pemadaman gedung tinggi tujuh lantai, menyedot genangan banjir, hingga bisa untuk mengambil dan menyalurkan air bersih.
Mesin pompa portable tersebut, kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri tersebut, ketika dipasang pada high pressure pump, mesin itu mampu mengeluarkan tenaga lima sampai 10 bar. Tenaga, maksimum mesin tersebut 13.0 HP (9.6 kW) pada 3.600 RPM.
Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, mesin pompa itu dapat diangkut dengan mudah. Dalam kondisi darurat, bisa diangkut dengan kendaraan roda tiga.
“Bantuan dua unit pompa ini kami berikan kepada Pemda Aceh Tengah, semoga dapat digunakan sebaik mungkin, dan rawat dengan baik, ” Kata Safrizal.
Wakil Bupati Aceh Tengah Muchin Hasan, mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA, dalam kapasitasnya sebagai Kapok Wilayah Aceh sekaligus Dirjen, telah banyak membantu Aceh Tengah. Ucapan terima kasih juga diucapkan kepada Mendagri Tito Karnavian, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada Aceh Tengah.
Baca juga: Safrizal Dorong Realisasi Tambahan TKD Aceh Capai 50 Persen Akhir Oktober
Dua unit mesin pompa tersebut akan ditempatkan di pedalaman Aceh Tengah yang belum memiliki pos damkar. Salah satunya Kecamatan Linge. “Mesin ini akan kami tempatkan di pedalaman yang belum memiliki pos damkar, ” katanya.
Setelah serah Terima tersebut, didampingi Muchsin, Safrizal mengunjungi proyek pembangunan Teluk Mendale di Kecamatan Kebayakan. Pemerintah Pusat membangun tanggul di kawasan objek wisata Teluk Mendale. Proyek tersebut masuk dalam program penanganan kawasan pasca bencana.
Di kawasan tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, sedang membangun tanggul dan sarana objek wisata Teluk Mendale.
Pembangunan objek wisata tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam rangka memulihkan pariwisata di Tanoh Gayo yang ikut hancur akibat terjangan bencana hidrometeorologi Sumatra yang terjadi pada pekan terakhir November 2025.
Safrizal juga berkunjung ke lokasi pembangunan sumur bor di SD Negeri 9 Kebakayan. Di proyek sumur bor dia berpesan supaya air yang dihasilkan dari sumur bor harus juga bisa dinikmati oleh warga sekitar.
Oleh karena itu, harus dibangun tower air di luar pagar sekolah. Selain berguna untuk warga, juga dimanfaatkan untuk kepentingan masjid terdekat.
“Diatur sedemikian rupa, supaya sumur bor ini memiliki dampak positif lebih luas untuk warga sekitar. Mudah-mudahan dengan selesainya sumur bor ini, ketersediaan air bersih di sekolah dan warga sekitar, lebih terjamin, ” kata mantan Pj Gubernur Aceh tersebut.
Untuk Aceh Tengah, Satgas PRR sudah memberikan 1 unit mobil water supply pemadam kebakaran, pompa portable, sumur bor di tujuh lokasi, 23 unit toren air, dan 2.320 paket dapur.
