
Komparatif.ID, Calang— Ketua Program Studi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Syamsul Rijal, menegaskan integritas dan moralitas merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Hal itu ia sampaikan saat orasi ilmiah pada prosesi wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) PTIQ Aceh yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Aceh Jaya, Sabtu (7/2/2026).
Dalam orasinya, Syamsul menyampaikan upaya pembinaan sumber daya manusia tidak bisa dibatasi hanya pada peningkatan keterampilan teknis, kompetensi kerja, dan produktivitas semata.
Menurutnya, dalam perspektif Islam, kualitas manusia justru sangat ditentukan oleh kekuatan karakter, rasa tanggung jawab, serta komitmen moral yang melekat dalam diri individu.
Aspek-aspek tersebut menjadi penyangga utama bagi keberlanjutan kualitas lembaga dan masyarakat secara luas.
Syamsul menekankan pembinaan sumber daya manusia dalam Islam harus menyentuh dimensi keimanan dan nilai-nilai dasar yang membentuk kepribadian. Ia menyebut kejujuran, disiplin, kerja keras, dan amanah sebagai unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses pengembangan manusia.
Baca juga: Prof. Syamsul Rijal Ungkap Penyebab Rendahnya Realisasi Zakat di Aceh
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan bagi lahirnya pribadi yang dapat dipercaya dan mampu berkontribusi secara positif di berbagai bidang kehidupan.
“Pembinaan SDM dalam Islam harus menyentuh aspek keimanan, kejujuran, disiplin, kerja keras, dan amanah,” ujar Prof. Syamsul Rijal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan akhir dari pembinaan sumber daya manusia adalah melahirkan individu yang unggul secara intelektual, profesional, dan spiritual. Karena itu, proses pengembangannya harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan, serta tidak bersifat sesaat atau seremonial belaka.
Selain itu, Prof. Syamsul Rijal juga menekankan peran penting pimpinan lembaga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sumber daya manusia.
“Tanpa pendekatan yang terintegrasi dan kerja sama seluruh unsur lembaga, pembinaan SDM akan sulit mencapai hasil yang optimal,” katanya.
Ia menilai keteladanan pimpinan, penerapan sistem evaluasi yang adil, serta komunikasi yang efektif merupakan bagian dari strategi pembinaan yang menyeluruh. Tanpa dukungan kepemimpinan yang kuat, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai tidak akan berjalan optimal.
Prof. Syamsul turut mengungkapkan sejumlah tantangan yang kerap dihadapi lembaga pendidikan dan organisasi, mulai dari rendahnya motivasi, keterbatasan fasilitas, lemahnya kepemimpinan, hingga belum optimalnya sistem evaluasi kinerja.
Menurutnya, tanpa pendekatan yang terintegrasi dan kerja sama seluruh unsur lembaga, pembinaan sumber daya manusia akan sulit mencapai hasil yang diharapkan.












