Home News Daerah Hasil Kajian: Sungai Bawah Tanah Penyebab Sinkhole di Aceh Tengah

Hasil Kajian: Sungai Bawah Tanah Penyebab Sinkhole di Aceh Tengah

Penjelasan Badan Geologi ESDM Sinkhole Aceh Tengah Hasil Kajian: Sungai Bawah Tanah Penyebab Lubang Raksasa di Aceh Tengah
Lubang raksasa yang terus membesar di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Foto: BWS Sumatera I Ditjen SDA Kemen PU.

Komparatif.ID, Takengon— Tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan uji bor hingga kedalaman 100 meter dan menemukan adanya aliran sungai bawah tanah yang deras jadi penyebab meluasnya lubang raksasa/sinkhole di kawasan Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.

Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah, Pijas Visara, dalam audiensi bersama masyarakat Kecamatan Ketol menjelaskan, hasil kajian teknis menunjukkan keberadaan aliran air pada kedalaman 70 hingga 100 meter yang membawa material pasir dari dalam tanah.

“Ini adalah arah air sesar dari Danau Lut Tawar berbentuk aliran sungai,” kata Pijas, Selasa, 3 Maret 2026, di ruang sidang DPRK Aceh Tengah.

Menurut Pijas, sebelum bencana terjadi, aliran Sungai Segene Balik memiliki diameter sekitar 50 hingga 60 meter dengan arus yang deras. Saat ini, lebar aliran tersebut melebar hampir 200 meter dan tertutup pasir serta material longsor.

“Longsor itu akibat aliran sungai yang ada di bawah, bukan karena aliran drainase yang masuk ke longsoran,” ujarnya.

Hasil pengeboran menunjukkan derasnya aliran air bawah tanah menjadi faktor utama terjadinya amblas dan longsor badan jalan Pondok Balik. Pasir dan material tanah tersedot mengikuti arus air, menciptakan rongga besar yang kemudian runtuh.

Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah melakukan pengalihan aliran air dari wilayah hulu di Kampung Bener Ayu, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu faktor pemicu percepatan perluasan sinkhole di Pondok Balik.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menjelaskan langkah pengalihan aliran air merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: Penjelasan Badan Geologi ESDM Soal Sinkhole Aceh Tengah

Menurutnya, langkah itu diambil sebagai solusi cepat untuk mengurangi tekanan air yang mengarah ke lokasi longsoran. Ia mengatakan pemerintah telah mengetahui sumber persoalan dan menanganinya bersama sebagai langkah jangka pendek agar aliran air tidak lagi memperparah kondisi sinkhole di Pondok Balik, sekaligus memastikan kebutuhan air masyarakat di dua kabupaten tetap terpenuhi.

“Kita sudah mengetahui sumber persoalannya dan hari ini kita tangani bersama sebagai langkah jangka pendek,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Koordinasi juga telah dilakukan dengan pemerintah pusat, termasuk Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, dan Kepala BNPB. Tim teknis dari Kementerian PUPR disebut telah bekerja di lapangan untuk menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.

Kepala Satgas Percepatan Penanganan Dampak Bencana wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Arie Setiadi Moerwanto, menjelaskan pengaturan aliran air akan dilakukan melalui perbaikan bendung dan pintu pengambilan air agar distribusi dapat dikendalikan secara optimal.

Ia menyebut pekerjaan teknis di lokasi sinkhole terus berjalan dan konektivitas jalan akan diperbaiki setelah kondisi tebing dinyatakan stabil.

Sebagai langkah pengendalian, pemerintah akan membangun tiga sumur bor dalam untuk menyedot aliran air dari kawasan terdampak. Saat ini pengeboran telah mencapai kedalaman 12 meter dengan target hingga 70 meter.

Air yang tersedot nantinya dimanfaatkan untuk sistem irigasi sprinkler dan irigasi tetes guna mendukung pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Caranya bagaimana kita akan mencegah, satu di situ kan sudah ada pembuatan sumur bor dalam, nanti ada tiga jadi aliran dari sungai akan diarahkan kalau hujan turun semuanya akan kita hisap dan airnya akan digunakan buat irigasi sprinkler ataupun tetes jadi sedikit merubah cara bertani masyarakat”, ucapnya.

Selain penanganan teknis di lokasi longsor, akses jalan sementara atau detour juga disiapkan oleh tim bidang marga dengan jalur alternatif sepanjang kurang lebih empat kilometer.

Pembangunan jembatan permanen akan dipertimbangkan setelah kondisi tanah dinyatakan stabil dan aman.

Previous article4 Hari Serang Iran, AS Kehilangan Aset Militer Hampir US$2 miliar
Next articleData HGU Dinyatakan Terbuka, KIA Perintahkan BPN Aceh Batalkan Uji Konsekuensi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here