BREAKING
Daerah

Setelah Santap MBG, Belasan Siswa SMAN 1 Kuala Keracunan

Setelah Santap MBG, Belasan Siswa SMAN 1 Kuala Keracunan
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Belasan siswa SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Kamis (17/9/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut kemudian mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD dr. Fauziah Bireuen. Berdasarkan laporan awal, sejumlah siswa mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG.

Salah seorang siswa yang mengalami keluhan tersebut mengaku menemukan kondisi tidak layak pada lauk berupa daging ayam yang menjadi bagian dari menu MBG. Menurut pengakuannya, daging ayam tersebut sudah mengeluarkan bau tidak sedap, bahkan siswa menemukan ayam dalam kondisi berbelatung.

Menu MBG yang diterima siswa SMA Negeri 1 Kuala tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bireuen Kuala Lancok-Lancok yang dikelola Yayasan Babul Huda. Hingga berita ini diturunkan, belum konfirmasi resmi dari pihak pengelola SPPG terkait dugaan keracunan tersebut.

Baca juga: Gara-gara 4 Butir Bakso, Ratusan Siswa di Bireuen Keracunan MBG

Kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan program MBG di Kabupaten Bireuen sebelumnya juga pernah terjadi. Pada Kamis (26/2/2026), sebanyak 129 anak dari berbagai usia di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG.

Makanan tersebut dibagikan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Setelah berbuka, sejumlah anak mulai mengeluhkan sakit perut dan mengalami muntah-muntah. Mereka kemudian dibawa ke UPTD Puskesmas Simpang Mamplam untuk mendapatkan penanganan.

Menjelang tengah malam, jumlah anak yang mengalami keluhan semakin bertambah. Sebagian pasien kemudian dirujuk ke puskesmas terdekat dan RSUD dr. Fauziah Bireuen. Sebanyak 123 anak dari jenjang TK hingga SD mengalami keracunan.

Dapur SPPG yang berada di Gampong Meunasah Mamplam, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, yang melayani pemenuhan makanan MBG itu kemudian resmi ditutup dan tidak lagi beroperasi.

Hasil uji laboratorium yang dirilis Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh pada awal Maret 2026 menyebutkan penyebab keracunan massal di Simpang Mamplam adalah kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus, jenis bakteri sering ditemukan di permukaan kulit dan bagian dalam hidung (lubang hidung) manusia.

1 Komentar

  1. > Salah seorang siswa yang mengalami keluhan tersebut mengaku menemukan kondisi tidak layak pada lauk berupa daging ayam.

    yang harus dicari adalah siapa penyuplai ayamnya. karena dari banyak kasus, pihak mbg biasanya memesan bahan2 untuk mbg dengan kualitas sangat2 buruk (tidak layak) untuk menekan harga dan cari untung. perlu dipidana ini memang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *