Komparatif.ID, Banda Aceh— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya hanya dimaknai sebagai momentum untuk mengenang kelahiran dan perjuangan Rasulullah. Bagi para guru, peringatan tersebut juga dapat menjadi ruang refleksi untuk menyadari amanah besar yang mereka emban dalam mendidik generasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSM, dalam Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di Kompleks SMKN 3 Banda Aceh, Rabu (16/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin mengajak para guru untuk tidak berhenti pada posisi sebagai umat dan pengikut Rasulullah SAW.
Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai dan tugas yang dahulu dijalankan Rasulullah SAW, khususnya dalam mendidik, membimbing, dan membentuk manusia.
“Wahai guru, syukurilah dirimu menjadi umat Sang Rasul. Tapi ingat, tugasmu bukan hanya menjadi pengikut, tetapi di pundakmu ada tugas-tugas yang pernah diemban Rasulullah yang wajib engkau lanjutkan,” kata Murthalamuddin.
Ia mengatakan, pesan tersebut penting untuk direnungkan karena profesi guru bukan sekadar pekerjaan menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik. Di dalamnya terdapat amanah moral untuk membimbing sekaligus memberikan keteladanan.
Menurut Murthalamuddin, Rasulullah tidak hanya menyampaikan wahyu kepada umat, tetapi juga mendidik melalui perkataan, perbuatan, dan keteladanan. Karena itu, guru memiliki posisi strategis dalam meneruskan nilai-nilai tersebut melalui proses pendidikan.
“Wahai guru, maulid ini harus menjadi renungan bahwa engkau adalah yang Allah pilih untuk meneruskan tugas Sang Rasul,” ujarnya.
Baca juga: Kadisdik Aceh Raih Penghargaan Pemerhati Pendidikan dan Praktik Baik Sastra 2026
Murthalamuddin menekankan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut dapat digunakan para guru untuk kembali melihat makna pengabdian dan tanggung jawab mereka dalam mendidik generasi.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui materi yang disampaikan di ruang kelas. Sikap, ucapan, dan perilaku guru turut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.
Karena itu, guru diharapkan tidak hanya mengajarkan apa yang diketahui, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap pembelajaran, nasihat, dan contoh yang diberikan kepada peserta didik dapat menjadi bagian dari upaya meneruskan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dengan demikian, makna “Sang Penerus” bukan sekadar sebuah sebutan, melainkan kesadaran mengenai besarnya amanah seorang guru dalam mendidik manusia. Para guru diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai kasih sayang, ilmu, akhlak, keadilan, dan keteladanan yang diwariskan Rasulullah SAW kepada umatnya.
Peringatan Maulid Nabi pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali niat, tanggung jawab, dan pengabdian para guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
