Komparatif.ID, Taif—Kota Taif yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, merupakan negeri yang berbeda dari Saudi Arabia secara umum. Udaranya sejuk dan beraroma wangi yang berasal dari 700 hektar kebun mawar.
Kota Taif yang dikuasai oleh Kabilah Tsaqif, memiliki kenangan tersendiri bagi Rasulullah. Sebuah kenangan luka sekaligus cinta yang teramat tulus.
Setelah Siti Kahdijah wafat pada 619 Masehi, dan kemudian pada tahun 620 Abu Thalib juga meninggal, Rasulullah dilanda kesedihan luar biasa. Dua orang yang teramat menyayanginya kala itu telah berpulang.
Mekkah kala itu tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi Rasulullah. Baginda pun hijrah ke Taif, bermaksud mencari perlindungan kepada Kabilah Taif. Tapi tiba di sana, Baginda bukannya diterima, justru ditolak dan diusir dengan cara teramat kasar.
Selama 10 hari di Taif, Rasulullah dan sahabatnya, Zaid bin Haritsah dibully beramai-ramai hingga mereka terluka. Namun, berkat ketulusan Baginda Nabi, akhirnya dakwah Islam diterima di sana.
Perihal keberadaan mawar di Kota Taif, dapatlah ditelusuri dari referensi resmi. Pertama kali mawar ditanam di Kota Taif setelah seorang sultan Ottoman memerintahkan supaya di lembah Gunung Al-Hada ditanami mawar. Perintah itu dikeluarkan lima abad lalu. Sang sultan beralasan, udara di lembah Al-Hada sangat sejuk dan lembut, sehingga sangat cocok ditanami mawar Damaskus (Levant rose).
Baca: Ganja Lakoe Caplie di Pulo Aceh
Di sana kini terhampar 700 hektare –catatan lainnya menyebutkan 910 hektare–kebun mawar yang ditanam di 1.300 lahan. Setiap tahun, Kota Taif menghasilkan 500 juta kuntum mawar yang berasal dari 1,14 juta perdu.
Perkebunan mawar di Kota Thaif berada di dataran tinggi Al-Hada dan Al-Shafa, yang berada di lereng Pegunungan Sarawat. Kawasan ini dikenal dengan suhu udara sejuk, ketersediaan air yang melimpah, serta lembah subur yang optimal untuk pertumbuhan mawar.
Berkat keberadaan kebun mawar di sana, setiap tahun digelar festival mawar pada bulan Mei.
Mawar di sana akan mengalami mekar penuh antara Maret hingga akhir April setiap tahunnya. Bila jutaan kuntum itu mekar sekaligus, Taif bukan hanya indah, sekaligus menebarkan semerbak wangi yang memanjakan setiap helaan nafas.
Jutaan kuntum mawar merah muda beraroma kuat, rosa damascena trigintipetala, yang masing-masing memiliki 30 kelopak melepas semerbak wangi.
Sebagian besar mawar ini akan dipanen untuk menghasilkan minyak mawar yang paling didambakan – dan mahal – di dunia, serta berbagai produk air mawar. Di tingkat global, mawar ini telah menjadi sangat terkenal sehingga disebut mawar Taif.
Salah satu pelaku bisnis mawar dan produk turunannya yaitu keluarga Al Kamal. Perusahaan mereka, Al Kamal Rose, merupakan salah satu produsen minyak mawar tertua di Arab Saudi. Lokasi perkebunan mereka tepat di luar Taif, di kota Al-Hada, yang terletak di Gunung Al-Hada.
Keluarga tersebut telah berbisnis minyak mawar sejak ratusan tahun lalu, atau tepatnya sejak 1887 Masehi (1294 H).
Bagi seluruh pengelola kebun mawar di sana, Maret dan April merupakan periode puncak mawar Taif. Mereka akan mengumpulkan semua produk dasar yang terbuat dari mawar.
Ada tiga produk utama yang diproduksi selama musim mawar: minyak mawar Taif, air mawar pekat atau Maa Al Aroos, dan air mawar biasa. Dari air mawar biasa, mereka memproduksi produk lain seperti sabun, sampo, losion tubuh, dan pewarna rambut, total sekitar 50 produk.
Pengelolaan kebun selalu dimulai pada Desember setiap tahun. Saat itu petani mulai membajak,memberi pupuk, dan menyirami rumpun mawar. Rumpun-rumpun itu dipangkas pada puncak dingin di bulan Januari.
Kuntum-kuntum mawar itu mulai mekar pada Maret hingga April. Kondisi terbaiknya selama tiga hingga empat minggu, meskipun periode ini dapat diperpanjang jika semak-semak dipangkas secara teratur dan dirawat dengan baik.
Meski berada di dataran tinggi yang dingin, pemanenan mawar harus dilakukan sepagi mungkin, sebelum matahari menaikkan suhu udara. Pemanenan di bawah terik matahari akan membuat kuntum-kuntum wangi itu layu dan kering. Itu akan merusak kualitas minyak yang dikandung.
Setelah dipanen, segera diangkut ke penyulingan. Di penyulingan bunga-bunga tersebut direbus dalam wadah tertutup, uapnya mengalir melalui tabung untuk didinginkan dan didistilasi, menghasilkan air mawar yang sangat pekat.
Adapun minyak mawar akan mengapung di permukaan air mawar pekat. Minyak tersebut harus diekstraksi lagi menggunakan jarum suntik khusus.
Air mawar yang pekat tentu saja belum bisa dipergunakan untuk digunakan dalam makanan. Air mawar kental harus diencerkan terlebih dahulu, baru kemudian dijadikan bahan campuran masakan.
Air mawar encer merupakan komponen penambah rasa pada banyak makanan manis dan hidangan penutup Arab seperti kunafeh, basbousa, dan mouhalabeih.
Dari sisi bisnis, budidaya mawar sangat menguntungkan bagi penduduk Kota Taif. Dari sekitar 550 juta kuntum mawar dipanen di dalam dan sekitar kota setiap tahunnya, mampu menghasilkan 64 juta SAR (US$17 juta) bagi perekonomian Taif.
Menurut Latifa Al-Adwani, pengawas Pusat Sejarah Taif, perkebunan mawar di Taif menghasilkan 800 ton air mawar dan 40.000 tola minyak mawar setiap tahun. Satu tola minyak mawar (vial 12 ml) membutuhkan 12.000 kuntum mawar untuk membuatnya, sehingga harganya yang mahal.
Di dunia ini, perkebunan mawar bukan hanya ada di Thaif. Perkebunan mawar Damaskus juga dapat ditemukan di Turki, Maroko, Bulgaria, dan India. Tetapi mawar Taif-lah yang paling dicari oleh perusahaan parfum di seluruh dunia.
Carolina Herrera Oud Couture, Guerlain La Petite Robe Noire, Ormonde Jayne Parfum, dan Nina Ricci L’Extase Absolue hanyalah beberapa parfum dari merek-merek ternama yang menggunakan mawar Taif sebagai aroma dasarnya.
Penyebab Mawar Kota Taif Mahal
Ini yang paling mewah. Mawar Taif digunakan untuk mengharumkan dua masjid tersuci di dunia, Masjid Al Haram di Mekah dan Masjid Al-Nabawi di Madinah. Aromanya mewah dan elegan. Itu yang menyebabkan dijadikan pilihan.
Minyak mawar Taif digunakan untuk mengharumkan karpet dan kiswah, penutup Ka’bah yang bersulam hitam dan emas.
“Minyak mawar Taif merupakan minyak mawar terbaik di dunia, tidak ada yang bisa menandinginya,” sebut sumber pemerintah.
Festival Mawar Taif yang terkenal itu, mampu menyedot 100.000 pengunjung setiap tahunnya. Bahkan pada 2023, festival itu mampu menyedot 1 juta pengunjung, sebuah angka kunjungan wisatawan yang fantastis, mengingat Taif bukan tujuan utama umat Islam ketika berziarah ke Mekkah dan Madinah.
Kini terdapat 70 pabrik penyulingan mawar di sana, menjadi penyambung antara jutaan kuntum mawar dengan dunia yang membutuhkan keharuman elegan nan mewah.
Arab Saudi bukan hanya tentang gunung batu hitam dan padang pasir. Tapi juga ada tempat-tempat nan sejuk bahkan bersalju seperti Tabuk. Juga kota rupawan nan mewangi seperti Kota Taif.
Sumber: TXTWorld, Moeslim Choise, Kumparan, saudipedia













