BREAKING
Khazanah

OBITUARI: Prof. Warul Walidin, Lentera Aceh dari Jantong Hate

OBITUARI: Prof. Warul Walidin, Lentera Aceh dari Jantong Hate
Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, M.A. Foto: HO for Komparatif.ID.

Prof. Dr. Warul Walidin telah kembali ke pangkuan Sang Khaliq. Aceh kembali kehilangan salah satu ilmuwan, ulama, yang selama ini aktif membela kewarasan berbangsa.

Rabu pagi, 12 Agustus 2026, sebuah kabar duka kembali menyeruak linimasa media sosial di Aceh. Prof. Warul Walidin, Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, periode 2018-2022, telah meninggalkan dunia fana ini. Sang Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Mautul alim mautul alam. Ya, wafatnya seorang yang berilmu yang tekun dan taat merupakan sebuah kerugian bagi semesta. Aceh kehilangan salah seorang intelektual yang sangat mencintai negerinya.

Prof. Warul Walidin lahir di Gampong Mamplam, Simpang Tiga, Pidie, pada 12 November 1958. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman sembari menimba ilmu di Dayah Al-Falah.

Berbekal pendidikan agama Islam yang ia timba di kampung halaman, Warul Walidin muda melangkah ke Kopelma Darussalam. Di IAIN Ar-Raniry ia menempuh studi sarjana muda dan sarjana penuh di Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Ia menuntaskan studi sarjana penuh pada 1983.Tak lama kemudian dia pun bergabung dengan kampus tempat ia menimba ilmu.

Merasa ilmunya masih kurang, Warul Walidin melanjutkan studi magister ke UIN Sunan Kalijaga. Ia lulus tahun 1989. Setelah lulus ia kembali ke Darussalam, mengampu para mahasiswa yang datang dari berbagai pelosok negeri.

Merasa keilmuannya harus diupgrade, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan administrasi kampus, ia kembali ke Yogyakarta, melanjutkan studi pada jenjang doktoral. Tahun 1997 dia lulus, dan kemudian kembali ke Darussalam, jantong hate rakyat Aceh.

Sejak bergabung sebagai dosen di IAIN Ar-Raniry, Warul Walidin dikenal sebagai tenaga pengajar yang humanis dengan semua kalangan. Dia dekat dengan mahasiswa. Dia bersedia berdiskusi, berdialog, membantu, bahkan sangat intens membantu mahasiswa yang kala itu sangat bergejolak di Aceh.

Baca juga: Wakaf Baitul Asyi dan Nazhir Pertama yang Wafat di Susoh

Ia juga ikut menjadi konseptor berubahnya IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry. Puncak karirnya di Ar-Raniry ketika ianya didapuk sebagai Rektor UIN Ar-Raniry untuk periode 2018-2022.

Sebagai seorang Guru Besar di bidang Ilmu Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, M.A. telah melahirkan berbagai warisan intelektual yang sangat kaya. Setidaknya sepanjang hidupnya ia telah menulis empat buku yang menjadi sumber rujukan akademik. Menulis karya ilmiah, serta menulis artikel populer dan orasi-orasi ilmiah.

Di luar kampus, ia pernah memimpin Majelis Pendidikan Aceh, kemudian juga berkhidmat di Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Hingga kemudian dipercaya sebagai Wakil Ketua MPU Aceh periode 2022-2027.

Banyak orang mengakui kiprah Prof. Warul Walidin untuk Aceh. ia memberikan perhatian khusus untuk proses transformasi eks kombatan dan sipil lainnya dari mode perang menuju transisi damai pasca perjanjian Helsinki. Maka patutlah bila dia diberi julukan sebagai salah satu Muallim Aceh.

Prof. Warul Walidin kini telah pergi untuk selamanya. Perjalananya di atas bumi telah usai. Ia berangkat ke alam barzah, sebuah terminal internasional, tempat semua manusia menunggu waktu dipanggil menuju Yaumil Mizan.

Selamat jalan, Prof. Warul Walidin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *