Komparatif.ID, Blang Kejeren— Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat pembangunan dinding penahan tanah di Desa Si Ongal-Ongal, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Pembangunan dinding penahan tanah tersebut dilakukan untuk memperkuat badan jalan dari ancaman longsor, erosi, dan luapan air. Ruas jalan ini merupakan jalur penting yang menghubungkan Gayo Lues dan Aceh Tenggara hingga Medan, Sumatera Utara.
Penguatan badan jalan diperlukan untuk mencegah terjadinya amblas, terutama ketika curah hujan meningkat. Selain menjaga kondisi jalan, pekerjaan tersebut juga ditujukan untuk memastikan akses masyarakat dan distribusi kebutuhan tetap berjalan.
Pemimpin Operasional Hutama Karya untuk proyek tersebut, Ahmad Tawil, mengatakan dinding penahan tanah dirancang sepanjang 182 meter dengan 104 tiang penyangga. Hingga saat ini, sebanyak 22 tiang telah dipasang dengan kedalaman masing-masing mencapai 15,5 meter.
“Sejauh ini sudah 22 tiang yang terpasang dengan kedalaman masing-masing 15,5 meter. Kami menargetkan pekerjaan selesai pada Oktober,” kata Ahmad, Minggu (31/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, proyek menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan berbobot berat. Kondisi tersebut terkadang menghambat pengiriman material ke lokasi pekerjaan.
Selain itu, penggunaan alat bor pada malam hari dibatasi hingga pukul 22.00 untuk menjaga kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
Baca juga: BRIN dan UIN Ar-Raniry Kembangkan Model Konservasi Manuskrip Terdampak Banjir
Untuk mengatasi kendala tersebut, pelaksana menambah jumlah pekerja dan menyiagakan sejumlah peralatan pendukung, termasuk truk pengaduk beton dan ekskavator. Pengaturan pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta kenyamanan masyarakat sekitar.
“Kami optimistis bisa selesai pada Oktober karena jumlah pekerja sudah ditambah,” ujar Ahmad.
Pejabat Pembuat Komitmen 3.4 BPJN Aceh, Yasmir Indra, mengatakan pembangunan dinding penahan tanah di Si Ongal-Ongal merupakan bagian dari paket pemulihan infrastruktur pascabencana di Gayo Lues.
Menurutnya, Kecamatan Putri Betung merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Pekerjaan pembangunan dinding penahan tanah tersebut dimulai sejak Februari 2026 dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp24 miliar. Selain di Putri Betung, pekerjaan penguatan infrastruktur serupa juga dilaksanakan di sejumlah kecamatan lain di Gayo Lues, antara lain Pantan Cuaca, Rikit Gaib, dan Blangkejeren.
“Kami optimistis proyek ini dapat rampung pada Oktober,” kata Yasmir.
