
Komparatif.ID, Bireuen—Kabar mengejutkan datang dari Bireuen. Aipda Rahmat Hidayat, S.H., anggota Satlantas Polres Bireuen, Polda Aceh, mengajukan permohonan pensiun dini dari Kepolisian Republik Indonesia.
Kabar tersebut tidak datang dari desa-desus. Tapi langsung disampaikan oleh polisi meupep-pep Satlantas Polres Bireuen tersebut, melalui video yang diposkan olehnya sendiri di laman Facebook peulisi meu pep peb bireuen.
Saat video tersebut disitat oleh Komparatif.ID, Minggu, 22 Februari 2026, jumlah facebooker yang sudah menontonnya berjumlah 3,3 ribu.
Aipda Rahmat Hidayat dalam videonya menyampaikan pengunduran diri tersebut telah mendapatkan restu dari kedua orangtuanya, dari istri dan keluarganya yang lain. Dia menyampaikan bahwa pensiun dini tersebut berasal dari hati nuraninya sendiri, tanpa paksaan dari pihak manapun.
Rahmat Hidayat juga menjelaskan, surat permohonan pensiun dini dari Kepolisian Republik Indonesia sudah disampaikan kepada Kapolres Bireuen.
Setelah menyampaikan informasi tersebut, Rahmat Hidayat langsung berlutut di depan kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya yang duduk di atas sofa, membelai kepala sang putra yang telah mengambil keputusan. Demikian juga istrinya Rahmatm ikut berlutut. Kepalanya juga dielus oleh kedua orangtua Rahmat.
Baca juga: Pendeta Asal Aceh Dedi Saputra Ditetapkan Sebagai Tersangka Penistaan Agama
Menurut informasi yang dihimpun Komparatif.ID, Aipda Rahmat Hidayat merupakan salah satu personel Polres Bireuen yang telah lama menjadi ikon keselamatan berlalu-lintas.
Polisi yang selalu berpenampilan rapi tersebut, kerap hadir di jalan raya sembari menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu-lintas. Kata-kata yang ia pilih sering memantik tawa, sekaligus menerbitkan kesadaran tentang arti penting menjaga ketertiban di jalan raya.
Rahmat Hidayat juga kerap diundang ke sekolah-sekolah, menyampaikan pesan-pesan berlalu-lintas. Dalam tiap penampilannya di sekolah, ia kerap mempraktikkan perilaku-perilaku pengendara yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Aipda Rahmat Hidayat juga polisi yang dikenal filantropis. Ia kerap hadir ke lapangan, melakukan aktivitas sosial. Seperti membagikan sembako, membagikan kursi roda, dan lain-lain.
Pengumuman pengajuan pensiun dini Aipda Rahmat Hidayat, disambut beragam oleh warganet. Ada yang memberikan dukungan, ada pula yang menyayangkan.
Cinta Faraziba dalam komentarnya mengatakan negara masih membutuhkan sosok sang polisi yang dikenal humanis dan filantropis.
Demikian juga Ukhti Misbahul Jannah, dia menyampaikan ketidaksetujuannya atas rencana pensiun dini sang peulisi meu pep peb. Aipda Rahmat menurut Ukhti Misbahul Jannah merupakan sosok polisi yang humoris; sesuatu yang jarang di Aceh. pun demikian, bila sudah menjadi keputusan, Ukhti memberikan dukungan.












