Home News Daerah 1 Hari Setelah Dibangun, Jembatan Darurat Salah Sirong Ambruk, Warga Kecewa Kepada...

1 Hari Setelah Dibangun, Jembatan Darurat Salah Sirong Ambruk, Warga Kecewa Kepada BPJN Aceh

1 Hari Setelah Dibangun, Jembatan Darurat Salah Sirong Ambruk, Warga Kecewa Kepada BPJN Aceh
Jembatan darurat Salah Sirong Jaya ambruk hanya berselang sehari setelah provisional handover (PHO). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Jembatan darurat Salah Sirong Jaya, yang membentang di atas badan Sungai Peusangan, Bireuen, ambruk, pada Rabu,18 Februari 2026. Ambruknya jembatan darurat Salah Sirong, berselang satu hari setelah dilakukannya provisional handover (PHO).

Pembangunan jembatan darurat Salah Sirong, dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Warga di pedalaman Bireuen, tepatnya di Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dan warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, semringah, setelah melihat bahwa pembangunan jembatan darurat Salah Sirong Jaya, telah selesai.

Tapi, kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama. Satu hari setelah kabar proses PHO telah dilakukan, pada Senin, 16 Februari 2026, jembatan tersebut ambruk ke dalam badan sungai Pada Rabu, 18 Februari 2026, malam. Penyebabnya karena debit air sungai yang meningkat.

Musibah banjir bandang dan tanah longsong di Aceh, yang dikenal dengan nama keren bencana hidrometeorologi Sumatra, yang memuncak pada Rabu, 26 November 2025, merusak banyak infrastruktur vital di Bireuen. Termasuk jembatan gantung yang membentang di atas badan Krueng (sungai) Peusangan, di lintas Desa Salah Sirong Jaya-Dusun Bivak.

Baca juga: Jembatan Bailey Kutablang Sudah Bisa Dilalui Masyarakat

Setelah bencana terjadi,Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, mulai membenahi satu persatu infrastruktur publik yang rusak akibat bencana hidrometeorologi Sumatra. Jalur transportasi menjadi fokus utama.

Setelah melakukan ground breaking pembangunan jembatan duplikasi di Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, pada Rabu, 21 Januari 2026, sore, Menteri PU Dody Hanggodo, beserta anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan M. Daud (HRD) bertandang ke Salah Sirong.

Dalam rombongan tersebut ikut serta Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU Rakhman Taufik ST, Direktur Preservasi Jalan Wilayah I Hendro Satrio, Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Essy Asiah, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Maulidya Indah Junica, dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Dr. Dwi Purwantoro.

Menteri PU dan rombongan sempat mengujicoba perlintasan darurat kabel seling di lokasi yang menghubungkan Salah Sirong Jaya-Bivak.

Setelah kunjungan Menteri PU dan Ruslan M. Daud, jembatan darurat pun dibangun di atas badan sungai tersebut. Jembatan tersebut memiliki panjang 180 meter.

Menurut keterangan dari media sosial Facebook Kementerian PU, jembatan tersebut dibangun oleh BPJN Aceh. Jembatan tersebut ditopang oleh kontainer yang dimasukkan batu-batu besar.

Sejumlah warga sekitar mengatakan ambruknya jembatan darurat tersebut, diduga akibat dari pembangunan yang asal jadi. Kaki-kaki jembatan sejak dibangun, nampak tidak meyakinkan.

“Sedari awal terlihat tidak meyakinkan. Kini, setelah pada Senin pembangunannya dinyatakan selesia, Rabu langsung runtuh ke dalam sungai,” kata seorang warga.

Kini, lintas Salah Sirong-Bivak kembali tak dapat dilalui. Warga kecewa, karena jembatan tersebut seperti dibangun setengah hati.

Warga mengaku kecewa kepada BPJN Aceh. seharusnya, meskipun bernama jembatan darurat, setidaknya dapat dipergunakan hingga jembatan non darurat dibangun kembali.

“Belum pun diresmikan, jembatannya sudah ambruk. Sangat memalukan,” kata warga seorang warga.

Previous articleMendagri: 21 Gampong di Aceh Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi
Next articleTim PKM UNSAM Bantu Pulihkan Pertanian Terdampak Banjir di Gelanggang Merak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here