
Komparatif.ID, Banda Aceh— Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahman, kembali mendaftarkan diri sebagai calon rektor untuk periode 2026–2030, Selasa (31/3/2026).
Berkas pendaftaran Mujiburrahman diterima oleh Sekretaris Panitia penjaringan, Hilmi, bersama anggota panitia lainnya. Ia datang didampingi sejumlah pimpinan dan kolega, di antaranya Yusni Saby, Rusjdi Ali Muhammad, Muhibbuthabry, Kusmawati Hatta, serta Reza Idria.
Mujiburrahman mengatakan keputusannya untuk kembali mencalonkan diri didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Ia menyebut capaian kinerja selama masa kepemimpinannya, kebutuhan akan keberlanjutan program strategis, serta adanya dukungan dari civitas akademika dan pihak eksternal sebagai alasan utama.
Ia mengungkapkan selama menjabat sejak pertengahan 2022, UIN Ar-Raniry mengalami perkembangan di berbagai sektor. Perkembangan tersebut meliputi peningkatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, peningkatan jumlah mahasiswa, pembangunan sarana dan prasarana, serta penguatan riset dan reputasi jurnal.
Menurutnya, sejumlah program strategis yang tengah berjalan masih memerlukan kesinambungan agar dapat diselesaikan secara optimal.
“Sekiranya dalam satu periode kepemimpinan saya sebagai rektor tidak ada kemajuan dan perubahan, maka saya tidak akan mencalonkan diri kembali. UIN Ar-Raniry telah berkembang dan menunjukkan kemajuan dibandingkan fase sebelumnya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Alumni HMI Didorong Kembali ke Khittah, Ini Pesan Guru Besar UIN Ar-Raniry
Program tersebut antara lain pengembangan kampus melalui pendanaan luar negeri, pembangunan laboratorium halal serta sains dan teknologi, hingga proses pembukaan fakultas kedokteran yang saat ini masih dalam tahap evaluasi.
Selain itu, kerja sama internasional juga terus diperluas, termasuk dengan lembaga dari Uni Emirat Arab dalam pengembangan program sosial keagamaan.
Rencana pembangunan fasilitas kampus seperti masjid atau Islamic Center serta revitalisasi Lembaga Bahasa juga menjadi bagian dari agenda yang ingin dilanjutkan.
Mujiburrahman menambahkan dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan eksternal turut mendorong langkahnya untuk kembali maju dalam kontestasi pemilihan rektor.
Ia menilai dukungan tersebut sebagai amanah untuk memastikan keberlanjutan program pengembangan kampus.
Ia juga menyebut telah melalui pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan tersebut. Setelah bermunajat dan meminta restu keluarga serta dukungan dari berbagai pihak di lingkungan kampus, ia mengaku mantap untuk kembali mencalonkan diri sebagai rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2026–2030.












