
Komparatif.ID, Banda Aceh— Sejumlah perwakilan masyarakat Kecamatan Peudada, Bireuen, meminta pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut serta Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada kembali dilanjutkan.
Hal itu disampaikan saat audiensi perwakilan masyarakat Peudada dengan berbagai instansi di lingkungan Pemerintahan Aceh untuk menyampaikan aspirasi terkait lanjutan, Kamis (12/03/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari instansi terkait. Audiensi dilakukan dengan Kepala Bappeda Aceh, perwakilan dari Dinas Pengairan Aceh, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.
Dalam pertemuan itu, para perwakilan masyarakat Peudada menyampaikan harapan agar pembangunan irigasi dan fasilitas perikanan di wilayah tersebut dapat dilanjutkan.
Usai pertemuan di Bappeda, rombongan yang didampingi Camat Peudada Erry Seprinaldi melanjutkan audiensi dengan Wakil Ketua I DPR Aceh Ir. Saifuddin Muhammad (Yah Fud), Wakil Gubernur Aceh Fadlullah SE, serta Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir S.IP., MPA.
Anggota perwakilan masyarakat Peudada, Teuku Djohan Moeda, menjelaskan audiensi ini merupakan upaya bersama untuk menyampaikan harapan masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut diharapkan dapat mendukung kembalinya sawah-sawah produktif di wilayah Peudada.
Baca juga: Mobil Pemadam Menuju Lokasi Kebakaran Alami Kecelakaan di Peudada
Selain itu, keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan Peudada juga dinilai penting untuk menunjang aktivitas para nelayan setempat.
“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah ikhtiar bersama demi masa depan pertanian, nelayan, dan kesejahteraan masyarakat Peudada,” ujar Teuku Djohan Moeda dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menyampaikan momentum bulan suci Ramadan diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk menyatukan tujuan dan saling mendukung upaya pembangunan yang diharapkan masyarakat.
Para tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain anggota DPRK Bireuen Suriya Yunus, Ketua Yayasan Pendidikan Masyarakat Peudada (PEMADA) Banda Aceh Prof. Azhari Yahya, serta Syech Jamaluddin Affan yang merupakan pengurus Baitul Asyi Mekkah.
Turut hadir tokoh Meunasah Baroh H. Masrur bin H. Saifuddin, Ampon Moeda dari unsur masyarakat Peudada, H. Hasbi Abdullah selaku Imum Mukim Krueng, serta Muntasir yang merupakan Imum Mukim Blang Birah.
Selain itu, tokoh Peudada yang berdomisili di Banda Aceh juga ikut dalam rombongan, di antaranya Prof. Azhari Yahya, drg. Saifuddin, Tgk. Salman Arifin, Basri Ali yang dikenal dengan panggilan Om Ben, Mardani SH, Nurlina Latif, serta Rizal Mahfud.











