
Komparatif.ID, Bireuen– Project Production Manager (PPM) PT Adhi Karya (Persero) menyebut progres pembangunan jembatan duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang telah mencapai 42 persen dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Hal itu ia sampaikan kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis ST, saat peninjauan empat proyek infrastruktur vital yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada Rabu (29/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berjalan sesuai target pasca banjir besar November 2025.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Teupin Mane oleh PT PP (Persero) Tbk telah mencapai 17 persen dengan target fungsional pada Agustus 2026.
“Kami meminta tim pelaksana bekerja ekstra tanpa mengesampingkan mutu. Akses masyarakat harus segera normal agar mobilitas ekonomi tidak terhambat,” ujarnya.
Bupati Mukhlis juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara, untuk mematuhi batas maksimal tonase 30 ton pada jembatan bailey yang saat ini digunakan sebagai jalur alternatif.
Baca juga: BPBD Bireuen Verifikasi Ulang 2.776 KK Korban Bencana di Peudada
Empat proyek yang ditinjau meliputi pembangunan jembatan duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, jembatan duplikasi Teupin Mane di Kecamatan Juli, Sekolah Rakyat di Gampong Beunyot Kecamatan Juli, serta tanggul darurat Bendung Irigasi Pante Lhong.
Bupati Mukhlis menekankan agar pelaksana proyek bekerja lebih optimal tanpa mengabaikan kualitas. Ia menilai percepatan penyelesaian infrastruktur tersebut penting untuk memulihkan akses transportasi, pendidikan, dan kebutuhan irigasi masyarakat.
Saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Beunyot, Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi atas progres pekerjaan yang telah mencapai 48 persen. Proyek dengan nilai Rp250 miliar tersebut ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026 sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia.
Ia menyebutkan, penambahan tenaga kerja hingga 1.112 orang oleh pihak kontraktor diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut.
Peninjauan diakhiri di lokasi pembangunan tanggul darurat Bendung Irigasi Pante Lhong. Tanggul sepanjang 142 meter itu dibangun untuk mengalihkan aliran air sungai agar kembali masuk ke pintu intake irigasi guna memenuhi kebutuhan air sawah masyarakat.
Bupati Mukhlis menyampaikan pekerjaan tanggul saat ini tinggal menyisakan sekitar 10 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu ke depan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Ketua DPRK Bireuen Juniadi, SH, Sekda Ismunandar, ST., MT., Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, serta jajaran Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen.












