
Komparatif.ID, New Jersey – Isak tangis Neymar Jr seusai laga Brasil versus Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, menyita perhatian dunia. Neymar tak kuasa menahan tangis, setelah timnya kalah 1-2 dari skuad The Vikings, Minggu, 5 Juli 2026, waktu setempat.
Peluit panjang yang ditiup oleh wasit Ismail Elfath tidak hanya menandai kemenangan mengejutkan Norwegia 2-1 atas Brasil, tetapi juga menciptakan kontras visual yang luar biasa di atas lapangan hijau, runtuhnya hati seorang legenda tua bernama Neymar, dan bangkitnya kejayaan sang penguasa baru, Erling Haaland.
Bagi Brasil, kekalahan tersebut adalah bencana nasional. Langkah Selecao terhenti di babak 16 besar, menyamai catatan terburuk mereka sejak Piala Dunia 1990.
Sebaliknya, bagi Norwegia, hasil ini adalah tinta emas yang membawa negara Nordik tersebut melangkah ke babak perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Ketika pertandingan berakhir, Neymar langsung ambruk ke rumput. Air mata pemain berusia 34 tahun itu tumpah tanpa bisa dibendung. Rekan-rekan setimnya, termasuk sang kapten Marquinhos, datang memeluk dan mencoba menenangkannya, namun tubuh Neymar tetap terguncang oleh isak tangis yang mendalam.
Siang itu berjalan penuh frustrasi bagi pemilik nomor punggung 10 tersebut. Akibat belum pulih total dari cedera betis kanan yang dideritanya sebelum turnamen, pelatih Carlo Ancelotti terpaksa menyimpannya di bangku cadangan.
Harapan sempat membubung tinggi ketika Neymar masuk ke lapangan pada menit ke-67 menggantikan Gabriel Martinelli. Namun, alur pertandingan justru tidak memihak kepadanya.Frustrasi Neymar makin memuncak ketika ia diganjar kartu kuning pada menit ke-90+5 akibat pelanggaran keras terhadap Martin Ødegaard.
Baca: Berkat Brace Haaland, Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Brasil memang sempat mendapatkan asa lewat penalti kedua mereka pada masa injury time (menit 90+10) setelah penalti pertama Bruno Guimarães di babak pertama gagal ditepis. Neymar maju sebagai eksekutor dan sukses mencetak gol.
Gol tersebut mengukuhkan dirinya sebagai top skor sepanjang masa Brasil dengan 80 gol. Namun, tidak ada selebrasi. Neymar langsung memungut bola dari jaring, dan sedetik kemudian peluit akhir berbunyi. Gol pemecah rekor itu terasa hambar dan sia-sia, menandai akhir yang tragis bagi apa yang kemungkinan besar menjadi “tarian terakhir” Neymar di panggung Piala Dunia.
Tangis Neymar Bersama Dansa Viking
Berjarak hanya beberapa meter dari Neymar yang sedang meratap, atmosfer kegembiraan yang luar biasa meledak di kubu Norwegia. Erling Haaland berlari kencang ke sudut lapangan, melompat, dan meninju udara dengan penuh kebahagiaan sebelum ditimbun oleh rekan-rekan setimnya yang histeris.
Haaland menjadi pahlawan mutlak kemenangan Norwegia lewat performa klinis yang mematikan. Penyerang bertubuh kekar itu memecah kebuntuan pada menit ke-79 lewat sundulan tajam yang gagal dihalau Alisson Becker.
Ia kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-90 lewat sepakan mendatar kaki kiri yang menghujam pojok bawah gawang Brasil.
Seusai laga, Haaland memimpin ritual perayaan yang emosional bersama ribuan pendukung Norwegia yang memadati tribun. Dengan membawa drum besar, striker Manchester City ini memimpin chants dan gerakan selebrasi khas Viking Row.
Sambil melompat-lompat gembira dengan senyum lebar yang tak lepas dari wajahnya, Haaland merayakan keberhasilannya menyejajarkan diri dengan Kylian Mbappé dan Lionel Messi di bursa top skor sementara dengan koleksi 7 gol.
New Jersey Stadium menegaskan pergantian era. Ketika Neymar berjalan gontai menuju lorong stadion dengan mata sembap, Haaland masih berdiri di tengah lapangan, berdansa di bawah lampu stadion, merayakan fajar baru sepak bola Norwegia.
Ronaldo senior yang ikut menonton, tak dapat menutup kekecewaan. Demikian juga puluhan ribu pendukung Selecao yang memadati stadion. Mereka tak percaya bila timnas kesayangan harus pulang lebih awal.
Lebih sakit lagi karena mereka sadar bahwa setiap kali bertemu Norwegia, Brasil tak pernah menang. The Vikings terlalu perkasa untuk juara Piala Dunia lima kali itu. setiap kali bertemu dalam arena laga, mereka selalu harus pulang dengan tangan hampa.
Seorang netizen menulis di linimasa Threads, Brasil dari dulu sudah menjadi abang-abangan sepak bola. Jago, dominan, full of superstars. Tapi dari ratusan negara yang pernah mereka lawan, ada satu yang belum bisa mereka kalahkan. Dari beberapa kali bertemu, mereka tak pernah menang. Negara apa itu? Norwegia.












