Home News Daerah Mendagri: 21 Gampong di Aceh Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi

Mendagri: 21 Gampong di Aceh Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi

Mendagri: 21 Gampong di Aceh Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat pada rakor satgas pemulihan pascabencana di DPR RI, Rabu (18/2/2026). Foto: TVParlemen.

Komparatif.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan 21 gampong di Aceh hilang pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada 27 November 2025 lalu.

Hal itu ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatra yang digelar di Ruang Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Tito menyebut total 29 desa/gampong hilang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Yang hilang perlu ada penyelesaian ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor atau terkena banjir,” kata Tito saat menyampaikan laporan pada rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam paparannya, Tito menyebutkan bahwa desa-desa yang hilang tersebut terbawa longsor atau terdampak banjir sehingga tidak lagi dapat dihuni maupun difungsikan sebagaimana sebelumnya.

Baca juga: 22 Desa di Aceh Hilang Disapu Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Dari total 29 desa dan kampung yang dinyatakan hilang, sebanyak 21 berada di Aceh. Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Sementara delapan desa lainnya berada di Provinsi Sumatra Utara, tepatnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

“Di Sumbar tidak ada desa yang hilang,” ujarnya.

Selain memaparkan data desa yang hilang, Tito juga menyampaikan perkembangan dampak korban di Aceh. Ia menyebutkan jumlah korban wafat mencapai 562 orang, sementara 29 orang dinyatakan hilang.

Jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai 1,4 juta orang kini tersisa 12.144 orang yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak yang masih bertahan di tenda, yakni 5.197 orang. Selain itu, pengungsi juga tersebar di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya.

“Pengungsi yang semula 1,4 juta sekarang 12.144 yang ada di tenda, yang terbanyak di Kabupaten Aceh Utara 5.197 yang masih ada di tenda, diikuti Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, kemudian di Lhokseumawe, dan Nagan Raya,” imbuhnya.

Previous articleBolehkah Niat Puasa Sebulan Penuh Tanpa Diulang?
Next article1 Hari Setelah Dibangun, Jembatan Darurat Salah Sirong Ambruk, Warga Kecewa Kepada BPJN Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here