Home News Daerah Sempat Terputus, Jalur Bireuen–Takengon di Wih Porak Kini Bisa Dilalui Darurat

Sempat Terputus, Jalur Bireuen–Takengon di Wih Porak Kini Bisa Dilalui Darurat

Sempat Terputus, Jalur Bireuen–Takengon di Wih Porak Kini Bisa Dilalui Darurat
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi jalur Bireuen–Takengon di kawasan Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Senin (6/4/2026) dini hari. Akses jalan yang sempat putus akibat banjir kini dapat dilalui secara darurat dengan sistem buka tutup. Foto: Dok. BPBD Bener Meriah.

Komparatif.ID, Bener Meriah— Akses jalan lintas Bireuen–Takengon yang sempat lumpuh total di kawasan Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kini mulai dapat dilalui secara darurat.

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah pada Senin pagi, 6 April 2026, kondisi jalan masih dalam penanganan dan diberlakukan sistem buka tutup (one-way traffic).

BPBD Bener Meriah menyebut jalur Takengon–Bireuen di titik Wih Porak belum sepenuhnya pulih, meskipun kendaraan sudah bisa melintas secara terbatas. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di tengah proses perbaikan yang masih berlangsung.

“Kondisi jalan Takengon–Bireuen (di kawasan) Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, masih dalam penanganan. Jalan sudah dapat dilalui namun masih buka tutup dari kedua arah,” tulis BPBD Bener Meriah, Senin (6/4/2026).

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Bener Meriah saat ini terus melakukan upaya perbaikan pada badan jalan yang rusak. Dalam penanganan tersebut, dikerahkan tiga unit alat berat yang berasal dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak swasta.

Perbaikan difokuskan pada pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menutup badan jalan serta penanganan titik-titik yang mengalami kerusakan berat.

Baca juga: 2 Jalur Terputus Sejak Banjir, Nelayan Calok Butuh Jembatan Baru Menuju PPI

Sebelumnya, jalur ini tidak dapat dilalui sama sekali setelah diterjang banjir pada Minggu, 5 April 2026. Banjir terjadi akibat curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga siang hari.

Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Enang-Enang meningkat drastis hingga meluap dan menghantam badan jalan.

Luapan air yang deras membawa material seperti tanah, lumpur, dan bebatuan yang kemudian menutup akses jalan. Bahkan, berdasarkan rekaman video warga yang melintas di sekitar lokasi, arus air terlihat cukup kuat hingga menyeret material jalan dan diduga menyebabkan amblas pada beberapa bagian.

Kerusakan yang terjadi membuat kondisi infrastruktur di kawasan tersebut menjadi parah. Badan jalan dipenuhi lumpur tebal dan batu berukuran besar, sehingga tidak layak dilalui kendaraan pada saat kejadian. Situasi ini sempat menyebabkan terhentinya arus transportasi antara Bireuen dan Takengon.

Previous articleRekam Jejak Doli Mardian, dari Camat hingga Kepala DPMGPKB Bireuen
Next articleKetua Banleg DPRA Pastikan JKA Tetap Berlanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here