
Komparatif.ID, Banda Aceh— Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) menggelar The 4th Aceh International Dental Meeting (AIDeM) 2026 sebagai upaya membuka akses yang lebih luas terhadap perkembangan teknologi kedokteran gigi.
Kegiatan dua tahunan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 11–12 April 2026, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Konferensi yang diikuti ratusan dokter gigi dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengusung tema “No More FOMO: Explore The Science and Technology Driving Modern Skills in Dentistry”.
Tema ini dinilai sejalan dengan upaya FKG USK dalam mendorong lahirnya inovasi dan penelitian yang relevan, sekaligus memperkuat kompetensi praktisi di tengah kemajuan teknologi medis.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi USK, Prof. Dr. drg. Cut Soraya, M.Pd., Sp.KG., menjelaskan bahwa AIDeM merupakan agenda strategis yang berskala lebih besar dibandingkan seminar tahunan biasa yang digelar.
Ia menjelaskan konferensi AIDeM secara spesifik dirancang untuk menghubungkan akademisi dan praktisi kedokteran gigi di Indonesia dengan perkembangan dental science dan teknologi industri kedokteran gigi mutakhir di tingkat global.
“Karena perkembangan teknologi, baik material kedokteran gigi maupun teknologinya kan terus berkembang. Oleh karena itu, kita merasa pembaruan ilmu ini wajib kita laksanakan. Tema ‘No More FOMO‘ (Fear of Missing Out) sengaja diangkat untuk menjawab kekhawatiran para dokter gigi akan tertinggalnya informasi. Artinya, kita tidak perlu takut lagi tertinggal, melainkan harus mengeksplorasi sains dan teknologi modern tersebut melalui pelatihan skill secara langsung,” terang Cut Soraya didampingi Ketua Panitia drg. Pocut Aya Sofya, Sp.Pros. di sela-sela kegiatan pada sabtu (11/4/26).
Salah satu daya tarik utama dan pembeda dalam 4th AIDeM 2026 ini adalah kehadiran pameran teknologi kedokteran gigi (vendor booths) yang terintegrasi langsung dengan sesi hands-on (pelatihan praktik).
Berbeda dengan seminar konvensional yang hanya berfokus pada pemaparan teori, panitia menyediakan area khusus di mana berbagai vendor penyedia alat dan bahan kedokteran gigi berskala nasional maupun internasional memamerkan inovasi terbaru mereka.
Cut Soraya menekankan bahwa kehadiran vendor ini bukan sekadar pameran komersial, melainkan sarana edukasi krusial bagi para dokter gigi untuk beralih ke era kedokteran gigi digital (digital dentistry).
“Sekarang alat-alat kedokteran gigi sudah mengarah ke ranah digital semua. Contohnya, jika dulu pembuatan gigi palsu mengharuskan kita mencetak menggunakan bahan cetak konvensional yang rumit, sekarang sudah cukup menggunakan intraoral scanner dengan teknologi digital. Kita tidak perlu lagi repot lagi, cukup mengirimkan data digitalnya saja,” jelasnya.
Baca juga: Tingkatkan Keterampilan Klinis, FKG USK Gelar Konferensi Internasional
Melalui kerja sama dengan berbagai vendor terkemuka seperti Revodent, Voco, Acro Step, Integra, dan RSGM, peserta tidak hanya dapat melihat alat peraga seperti teknologi laser dan scanner terbaru, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung (hands-on) dalam sesi yang dipandu oleh para pakar.
Peserta konferensi AIDeM juga diberikan kemudahan untuk melakukan transaksi pembelian secara langsung di stan-stan pameran tersebut.
“Biasanya bisa langsung beli di sini. Memang kadang barang berteknologi tinggi ini tidak langsung ready stock, tetapi para vendor akan memproses dan mengirimkannya langsung ke klinik para dokter gigi,” tambah Cut Soraya

Demi memberikan wawasan komprehensif, konferensi ini menghadirkan tiga pembicara utama internasional terkemuka, yaitu Dr. Indah Yuri Noviaranny dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia yang membahas paradigma diagnosis ortodonti.
Lalu Dr. Yenny Rahmayati, ST, MSHD&M dari Prince Sultan University Riyadh Arab Saudi, serta Dr. Cortino Sukotjo, DDS, Ph.D., MMSc, akademisi dan prostodontis terkemuka asal Indonesia yang berkarier di Amerika Serikat, lulusan UCLA School of Dentistry, University of Illinois at Chicago (UIC) serta memiliki sertifikat prostodonsia dari Harvard School of Dental Medicine.
Selain itu, lima pakar nasional turut berbagi kepakaran teknis klinis mereka, di antaranya drg. Martariwansyah, Sp.KG; drg. Yusuf B Pamungkas, Sp.KG; drg. Deka Dharma Putra, Sp.BM; drg. Syahrial, Sp.Pros; dan drg. Aulia Yudha Prawira, Sp.Perio.
Topik yang diangkat dalam sesi main hingga short lecture mencakup berbagai aspek penting, mulai dari manajemen dry socket, teknik restorasi komposit anterior, hingga penggunaan fiber splint pada kasus gigi goyang.
Cut Soraya menjelaskan konferensi 4th AIDeM 2026 kali ini mendapatkan atensi luar biasa dengan dihadiri oleh lebih dari 270 peserta. Mayoritas peserta adalah dokter gigi umum dan spesialis dari seluruh penjuru Indonesia.
Acara ini juga diikuti secara daring oleh sejumlah peserta internasional yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang. Sekitar 30 mahasiswa kedokteran gigi tingkat akhir juga dilibatkan agar mereka dapat terpapar teknologi terbaru sejak dini.
Ia menyebut konferensi AIDeM 2026 juga jadi platform diseminasi penelitian. Konferensi ini memfasilitasi publikasi jurnal internasional terindeks Scopus guna meningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah akademisi Indonesia.
Terdapat sesi short lecture yang mencakup presentasi oral dan e-poster di mana para peneliti dari berbagai institusi memaparkan hasil temuan terbaru mereka.
Turut hadir saat pembukaan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ferdiyus, SKM., M.Kes; Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU; Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si; Ketua LP2M USK Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes; Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSGM USK drg. Dewi Saputri, Sp.Perio; Wakil Dekan FK USK Dr. Ferry Dwi Kurniawan, Sp.P(K)., Ph.D; Ketua PDGI Pengwil Aceh drg. Supriady, M.Kes; serta Ketua PDGI Cabang Kota Banda Aceh drg. Alvies Saldy.











