
Komparatif.ID, Banda Aceh— Daftar tunggu haji nasional terus bertambah dari tahun ke tahun. Di sejumlah daerah, termasuk Aceh, masa tunggu keberangkatan kini mencapai sekitar 34 tahun seiring tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dan terbatasnya kuota jemaah setiap tahun.
Merespons kondisi tersebut, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Aceh bersama Bank Syariah Indonesia Regional Aceh menggelar sosialisasi Tabungan Haji Muda dalam program “Langkah Emas Berhaji Bersama BSI” di Gedung Landmark BSI Aceh, Selasa (3/3/2026).
Dalam pemaparannya, Islamic Ecosystem Business Development Officer BSI, Erry Dianto, menyampaikan antrean haji nasional terus meningkat.
Berdasarkan data Kementerian Agama hingga November 2025, daftar tunggu haji telah mencapai lebih dari 5,6 juta orang. Dengan kuota sekitar 200 ribu jemaah per tahun dan jumlah pendaftar baru mencapai 500 ribu orang setiap tahun, masa tunggu di berbagai daerah semakin panjang.
Ia menjelaskan, di Aceh dan Jawa Timur waktu tunggu tercatat sekitar 34 tahun, sementara di Kalimantan Selatan mencapai 36 tahun. Selain masa tunggu, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji juga mengalami kenaikan. Untuk haji reguler, biaya yang dibayarkan jemaah berkisar Rp60 juta dengan masa tinggal sekitar 40 hari.
Merespons kondisi tersebut, BSI menawarkan produk Tabungan Haji Muda Indonesia yang memungkinkan orang tua mendaftarkan anak sejak usia 12 tahun sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2018.
Produk ini menyediakan setoran awal minimal Rp100 ribu, pilihan akad wadiah atau mudharabah, serta fasilitas autodebet untuk memudahkan perencanaan keuangan.
Islamic Ecosystem Business Solution Manager BSI Regional Aceh, Hilwasi, menegaskan perencanaan yang matang menjadi kunci di tengah panjangnya masa tunggu.
Baca juga: Kemenhaj Gandeng UIN Ar-Raniry, Pembimbing Haji Kini Wajib Bersertifikat Profesional
Ia mencontohkan, apabila seorang anak menabung Rp350 ribu per bulan sejak usia enam tahun, maka pada usia 12 tahun saldo tabungan dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji. Dengan asumsi masa tunggu 34 tahun, calon jemaah diperkirakan dapat berangkat pada usia 46 tahun.
“Perencanaan yang matang menjadi kunci di tengah masa tunggu yang panjang,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PW ISNU Aceh, Rahmad Syah Putra, mengapresiasi kolaborasi tersebut dan berharap kerja sama ini dapat meningkatkan literasi serta kesiapan finansial masyarakat dalam merencanakan ibadah haji.
Rahmad mengatakan kegiatan ini merupakan kemitraan ketiga antara ISNU dan BSI Regional Aceh.
Sebelumnya, kedua pihak telah bekerja sama dalam pengusulan KTA ISNU terintegrasi e-money, pembukaan tabungan haji dan emas, serta penguatan ekosistem syariah melalui sarasehan dan diskusi.
Acara dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal PP ISNU, Ruchman Basori, yang juga menjabat Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama.
Hadir pula Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Syamsuar, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Azhari. Turut hadir perwakilan BSI Regional Aceh, unsur MPU Aceh, serta organisasi badan otonom NU.












