BREAKING
Entertainment

Chauncey Morlan, “Human Freight Car” yang Tubuhnya Dijadikan Tontonan

Chauncey Morlan, “Human Freight Car” yang Tubuhnya Dijadikan Tontonan
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Washington– Tubuh Chauncey Morlan pernah menjadi tontonan berbayar di Amerika Serikat. Pada akhir abad ke-19, pria kelahiran 1869 itu berkeliling bersama pertunjukan sirkus dan dipromosikan dengan julukan Human Freight Car atau “gerbong barang manusia” karena ukuran tubuhnya yang ekstrem.

Morlan tampil di hadapan penonton bersama sejumlah performer lain yang juga memiliki kondisi fisik tidak biasa. Pertunjukan semacam itu menjadi bagian dari hiburan keliling pada masa tersebut. Tubuh manusia yang dianggap berbeda dipamerkan untuk menarik rasa ingin tahu masyarakat.

Berbagai materi promosi mencatat berat badan Morlan dalam angka yang sangat tinggi. Pada usia sekitar 18 tahun, beratnya disebut mencapai 512 pon atau sekitar 232 kilogram.

Ketika berusia 25 tahun, beratnya tercatat sekitar 602 pon atau 273 kilogram. Catatan lain bahkan menyebut berat Morlan mencapai 748 pon atau sekitar 339 kilogram dengan tinggi sekitar 185 sentimeter.

Namun, angka tersebut tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai ukuran pasti. Materi promosi sirkus pada masa itu memang dibuat untuk menarik penonton sehingga angka berat badan dapat saja dibesar-besarkan.

Morlan diketahui tampil dalam berbagai pertunjukan, termasuk yang berafiliasi dengan Barnum & Bailey. Ia juga pernah tampil bersama seorang pria bertubuh sangat kecil dalam pertunjukan yang dipromosikan dengan nama “Smallest and Largest Red Men in the World”.

Ukuran tubuh Morlan menjadi bagian dari pertunjukan. Penonton datang untuk melihat sesuatu yang dianggap tidak biasa pada masa itu. Tubuh manusia, dalam konteks tersebut, tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kehidupan pribadi seseorang, tetapi juga sebagai komoditas hiburan.

Fenomena tersebut bukan hanya dialami Morlan. Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, orang dengan tubuh sangat besar juga tampil dalam sirkus, museum aneka rupa atau dime museum, serta karnaval. Mereka kerap disebut Fat Folk dalam dunia pertunjukan.

Baca juga: 4 Langkah Awal Fat Loss Orang Obesitas

Cara masyarakat memandang tubuh besar pada masa itu juga berbeda dengan sekarang. Tubuh besar dapat dikaitkan dengan kemakmuran dan kesehatan. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan promotor untuk menarik perhatian penonton.

Di balik pertunjukan itu, terdapat persoalan kesehatan yang kini dipahami secara berbeda. Berat badan ekstrem dapat berkaitan dengan obesitas berat, kondisi medis yang meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Dalam dunia kesehatan modern, obesitas dinilai antara lain melalui Indeks Massa Tubuh atau IMT. Obesitas berada pada IMT 30 atau lebih. Sementara obesitas berat umumnya merujuk pada IMT 40 atau lebih, atau IMT 35 atau lebih ketika disertai penyakit penyerta tertentu.

Obesitas berat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes tipe 2, gangguan pernapasan saat tidur, serta masalah pada sendi dan tulang. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker dan persoalan kesehatan mental.

Saat ini, obesitas berat dipandang sebagai persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan.

Pendekatannya tidak hanya melalui pembatasan makanan dan olahraga, tetapi dapat melibatkan pemeriksaan medis, perubahan pola makan, aktivitas fisik, dukungan kesehatan mental, terapi obat hingga bedah bariatrik pada kondisi tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *