Komparatif.ID, Idi— Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama jajaran TNI Angkatan Darat (AD) melaksanakan kunjungan lapangan serta monitoring dan evaluasi kinerja Bina Teritorial (Binter) di Wilayah Kerja (WK) PT Medco EP Malaka (MEPM), Aceh Timur, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Perjanjian Kerja Sama (PKS) BPMA dan TNI AD sekaligus upaya memastikan kondusivitas operasi hulu migas di wilayah kerja Blok A MEPM.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan efektivitas dukungan penguatan pembinaan teritorial terhadap objek vital nasional (obvitnas) sektor energi.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan kerawanan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mendukung kelancaran dan kenyamanan operasi hulu migas.
Kepala Divisi Formalitas Hubungan Eksternal dan Sekuriti KKKS, Irham M. Amin, mengatakan WK Blok A KKKS Medco EP Malaka merupakan objek vital nasional sektor energi yang memerlukan sinergi dalam strategi pengamanan terpadu antara BPMA, TNI, Polri, dan KKKS.
“Kami berharap melalui kegiatan ini kita bisa bersama-sama melihat kondisi lapangan untuk memantau langsung dan melihat situasi yang ada,” ujar Irham.
Menurutnya, dukungan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial yang dilakukan para Babinsa memiliki peran penting dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Selain itu, komunikasi sosial juga berperan dalam menyampaikan informasi yang benar untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Baca juga: BPMA dan PGE Kirim 95.483 Barel Kondensat ke Tuban
Waaster Kasdam IM Letkol Kav Makhyar mengatakan kesiapan TNI untuk mendukung pengamanan di wilayah kerja Medco. Ia mengatakan peran Koramil akan dioptimalkan untuk memantau setiap perkembangan isu sehingga dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kita lakukan pendekatan strategis dan kolaboratif sehingga semua potensi isu dapat diselesaikan dengan baik. Tugas kita adalah melakukan pencegahan dini agar isu-isu hoaks tidak menjadi potensi konflik, itulah fungsi Binter,” tegasnya.
Sementara itu, Pabandya-3/Min Wasev Kerma Spaban VII Letkol Arm Khoirul Cahyadi menyampaikan pentingnya kekompakan dalam menjaga keamanan objek vital nasional. Ia mengibaratkan sinergi tersebut seperti formasi terbang bebek angsa yang membentuk huruf V untuk menjaga kekompakan tim.
“Hadirnya TNI ke WK A, bersama BPMA dan Polri, adalah wujud dari sinergi dan kekompakan,” ujarnya.
Ia mengatakan penguatan Bina Teritorial Obvitnas menyentuh sektor vital bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas agar potensi permasalahan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Formalitas Hubungan Eksternal dan Sekuriti KKKS Irham M. Amin, Pabandya-3/Min Wasev Kerma Spaban VII Letkol Arm Khoirul Cahyadi beserta jajaran, Waaster Kasdam IM Letkol Kav Makhyar beserta jajaran, Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, Danyon 111/KB Letkol Inf Arlin Juniaman Zai, Kasiter Korem 011/LW Mayor Inf M Indra Syaputra atau yang mewakili, serta Manager Field Relations dan Sekurity MEPM Maulidar Putra beserta jajaran dan para Danramil di wilayah WK Blok A MEPM.













