Komparatif.ID, Bireuen— Pembangunan Jembatan Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen terus berlanjut dengan progres pekerjaan kini mencapai 60 persen.
Dengan dukungan anggaran sekitar Rp118,35 miliar, pekerjaan jembatan terus dikebut. Rangka baja untuk menyambungkan satu bentang yang masih tersisa telah tersedia dan siap dipasang sehingga tahapan konstruksi dapat dilanjutkan.
Selain mengejar progres fisik, aspek perlindungan jembatan dari gerusan sungai juga menjadi perhatian. Penguatan dinding yang saat ini berada di sisi kiri jembatan dinilai perlu dilengkapi berdasarkan kajian teknis.
Kajian hidrologi, hidraulika, dan stabilitas tebing akan didorong melalui koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Wilayah Sungai.
Pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen tidak hanya dilakukan pada sektor infrastruktur. Di bidang kesehatan, Puskesmas Peusangan Siblah Krueng telah kembali berfungsi dan melayani masyarakat dari 21 desa.
Kebutuhan alat kesehatan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Berdasarkan hasil monitoring tim Satgas PRR, proses pengadaan telah memasuki tahap penunjukan pemenang pada September 2026.
Verifikasi bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Kementerian PU juga akan dilakukan untuk menentukan prioritas rehabilitasi ruang pelayanan.
Baca juga: Piala Bupati Buka Rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen
“Penanganan pascabencana di Kabupaten Bireuen perlu dipercepat melalui sinkronisasi data, verifikasi teknis, dan penguatan koordinasi lintas instansi, terutama untuk rehabilitasi Puskesmas, hunian, pertanian, pendidikan, serta pengamanan infrastruktur,” kata Ketua Tim Monev Aceh-1 Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera Laksma TNI Nouldy J. Tangka.
Pada sektor permukiman, sekitar 1.500 rumah rusak berat tersebar di 24 lokasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 unit telah diselesaikan. Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BNPB, serta Satgas PRR akan menyinkronkan data penerima, lokasi relokasi, dan skema pembangunan untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak.
Pemulihan mata pencaharian juga menjadi bagian dari penanganan pascabencana. Sekitar 2.000 hektare sawah mengalami kerusakan total sehingga membutuhkan normalisasi dan penanganan lahan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Satgas PRR akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan pemulihan pascabencana. Pemantauan mencakup pembangunan infrastruktur, pemulihan layanan kesehatan, penyediaan hunian, pemulihan lahan pertanian, serta penanganan fasilitas pendidikan yang terdampak.
