Home Ekonomi AS Akan Meluncurkan Program Menstabilkan Pasar Minyak

AS Akan Meluncurkan Program Menstabilkan Pasar Minyak

pasar minyak
Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program menstabilkan pasar minyak di tengah perang Iran.Program menstabilkan pasar minyak disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marcio Rubio, Senin, 2 Maret 2026. Foto: Al-Arabiya.

Komparatif.ID, Washington DC—Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program menstabilkan pasar minyak di tengah perang Iran. Program menstabilkan pasar minyak disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marcio Rubio, Senin, 2 Maret 2026.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marcio Rubio, kepada pers mengatakan program menstabilkan pasar minyak global akan dimulai pada Selasa. Tujuannya untuk meredakan lonjakan harga minyak.

Tujuan lainnya, demi menenangkan pasar global yang terguncang, akibat meningkatnya eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel versus Iran.

Baca: Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp47,18 Triliun

Ia menyampaikan, Pemerintah Amerika Serikat sedang bekerja lintas lembaga untuk mencegah guncangan energi memperburuk krisis geopolitik.

“Jadi, kami tahu itu akan menjadi faktor,” kata Rubio kepada wartawan sebelum memberi pengarahan kepada anggota parlemen di Capitol Hill tentang Operasi Epic Fury.

Diplomat utama AS itu mengatakan bahwa diskusi telah diadakan dengan Menteri Energi dan Keuangan AS pada Minggu malam dan lagi pada Senin pagi.

“Dan mulai besok, Anda akan melihat kami meluncurkan fase-fase tersebut untuk mencoba mengurangi dampaknya. Jelas, pasar akan bereaksi terhadap berita tentang apa yang terjadi,” kata Rubio.

Rubio kemudian menyoroti bahwa rezim Iran berpotensi memutus 20 persen pasokan energi global. “Itulah pengaruh yang mereka miliki karena angkatan laut mereka. Kita akan menghancurkan angkatan laut mereka, tetapi ada rencana yang telah disusun,” katanya.

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 6 persen pada hari Senin, kemungkinan menandakan kenaikan harga bensin di SPBU di seluruh AS.

Meskipun demikian, NASDAQ dan S&P 500 keduanya berakhir dengan kenaikan tipis kurang dari 0,1 persen. Dow Jones turun kurang dari 0,1 persen.

Iran sebelumnya telah mengancam akan menargetkan fasilitas minyak dan jalur pelayaran sebagai respons terhadap serangan AS, meningkatkan kekhawatiran akan kekurangan pasokan dan dampak ekonomi yang lebih luas.

Analis energi memperingatkan bahwa bahkan persepsi ketidakstabilan di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dapat memicu fluktuasi harga yang tajam.

Premi asuransi untuk kapal tanker yang beroperasi di wilayah tersebut telah meningkat, dan beberapa perusahaan pelayaran dilaporkan sedang meninjau penilaian risiko.

Disadur dari Al-Arabiya

Previous articleIran Siap untuk Perang Panjang!
Next articleBreaking News: Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here