Komparatif.ID, DC— Harga minyak dunia merosot tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut juga membuka peluang bagi dibukanya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang sebelumnya terdampak konflik.
Melansir Bloomberg, harga minyak mentah jenis Brent tercatat turun lebih dari 3 persen hingga mendekati level US$84 per barel. Pada perdagangan pagi hari waktu Singapura, Brent untuk pengiriman Agustus turun 3,4 persen menjadi US$84,32 per barel.
Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati level US$81 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa dirinya telah memberikan otoritas untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya serta mengakhiri blokade terhadap Iran.
Menurut Trump, jalur pelayaran tersebut akan kembali dibuka setelah kesepakatan resmi ditandatangani pada Jumat pekan ini.
“Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!” tulis Trump dalam unggahannya.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Ancam Bombardir Iran
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan memang telah tercapai. Ia menyebutkan draf teks resmi akan dipublikasikan setelah proses penandatanganan yang dijadwalkan berlangsung di Swiss selesai dilakukan.
Pasar energi global selama beberapa bulan terakhir berada dalam tekanan akibat konflik yang pecah pada akhir Februari. Saat itu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dengan tujuan membatasi program nuklir negara tersebut.
Sebagai respons, Teheran melakukan serangan di kawasan Teluk Persia dan menutup Selat Hormuz, jalur penting yang dalam kondisi normal menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Selain penutupan selat tersebut, pasukan AS juga memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Situasi itu sempat mendorong lonjakan harga energi global pada tahap awal konflik.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir harga minyak mulai mengalami koreksi seiring munculnya berbagai sinyal yang menunjukkan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat menuju kesepakatan damai.
Terdapat pula indikasi bahwa sebagian aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah kembali berlangsung sebelum kesepakatan resmi diumumkan.













