
Komparatif.ID, Banda Aceh– Dominasi tim-tim besar belum terlihat pada matchday pertama Grup G dan Grup H Piala Dunia 2026. Spanyol, Uruguay, Belgia, hingga Iran sama-sama gagal meraih kemenangan, sehingga seluruh laga di kedua grup tersebut berakhir dengan skor imbang, Senin (15/6/2026).
Di Grup H, Spanyol harus puas berbagi angka setelah ditahan tanpa gol oleh debutan Piala Dunia, Tanjung Verde. Pertandingan yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, memperlihatkan dominasi penguasaan bola La Roja, namun berbagai peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.
Penampilan gemilang kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, menjadi salah satu faktor utama yang membuat Spanyol gagal mencetak gol. Beberapa peluang dari Ferran Torres dan Aymeric Laporte mampu digagalkan penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut.
Pelatih Luis de la Fuente bahkan menurunkan Lamine Yamal pada babak kedua untuk memecah kebuntuan, tetapi skor 0-0 tetap bertahan hingga laga berakhir.
Baca juga: Piala Dunia 2026: Brasil Ditahan Maroko, Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
Masih di Grup H, Uruguay yang datang dengan status unggulan juga gagal mengamankan tiga poin. Tim asuhan Marcelo Bielsa ditahan Arab Saudi dengan skor 1-1 di Hard Rock Stadium, Florida.
Uruguay mendominasi jalannya pertandingan dan melepaskan banyak percobaan ke gawang, namun justru Arab Saudi yang lebih dulu unggul melalui gol Abdulelah Al-Amri pada menit ke-41 setelah memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Fernando Muslera.
Tertinggal satu gol membuat Bielsa melakukan perubahan sejak awal babak kedua. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80 melalui Maximiliano Araújo. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Sementara itu, Grup G juga menghasilkan dua pertandingan dengan skor seri. Iran dan Selandia Baru bermain imbang 2-2 dalam laga yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles.
Selandia Baru sempat dua kali memimpin melalui dua gol Elijah Just. Gol pertama tercipta pada menit keenam sebelum Iran menyamakan kedudukan melalui Ramin Rezaeian pada menit ke-31.
Memasuki babak kedua, Just kembali membawa Selandia Baru unggul pada menit ke-54, namun Mohammad Mohebi berhasil menyelamatkan Iran dari kekalahan lewat gol pada menit ke-63.
Hasil imbang juga terjadi pada pertandingan Belgia melawan Mesir di Seattle. Tim berjuluk Red Devils tertinggal lebih dahulu setelah Emam Ashour membawa Mesir memimpin pada menit ke-19.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, kemudian memasukkan Romelu Lukaku pada babak kedua setelah sebelumnya menempatkan Charles De Ketelaere sebagai ujung tombak. Kehadiran Lukaku memberikan dampak langsung bagi permainan Belgia.
Tekanan yang diciptakannya menyebabkan Mohamed Hany melakukan gol bunuh diri pada menit ke-65 sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Hingga pertandingan berakhir, kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Hasil tersebut membuat seluruh pertandingan pembuka Grup G dan Grup H berakhir tanpa pemenang.
Di Grup G, Selandia Baru untuk sementara memimpin klasemen dengan satu poin berkat produktivitas dua gol dan catatan disiplin yang lebih baik. Iran berada di posisi kedua, sedangkan Belgia dan Mesir menempati peringkat ketiga dan keempat.
Sementara itu, Uruguay memimpin Grup H dengan satu poin dan keunggulan dalam catatan disiplin. Arab Saudi berada di posisi kedua, sedangkan Spanyol dan Tanjung Verde menempati peringkat berikutnya.












