BREAKING
Daerah

Aktivitas Belajar di SMAN 1 Peudada Kembali Normal

Aktivitas Belajar di SMAN 1 Peudada Kembali Normal
Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Peudada kembali normal pada Senin (25/8/2026). Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Peudada— Kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireuen, kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat aksi protes siswa pada Jumat (21/8/2026). Ratusan siswa dari kelas X, XI, dan XII kembali mengikuti pembelajaran di sekolah pada Senin (25/8/2026).

Petugas piket SMAN 1 Peudada, Ainol Mardhiah, mengatakan seluruh ruang kelas telah kembali terisi oleh siswa. Menurutnya, kondisi sekolah saat ini sudah kembali seperti sebelum aksi protes berlangsung.

“Para siswa dari kelas X, XI, XII semuanya telah hadir kembali, kecuali mereka yang sakit dan sudah dilaporkan orang tuanya,” ujar Ainol.

Ia mengatakan, pada Sabtu (23/8/2026), pihak sekolah menggelar kegiatan bersih-bersih atau bakti kampus. Setelah kegiatan tersebut, para guru kembali melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa.

Meski kegiatan belajar mengajar sempat tidak berlangsung pada Jumat (21/8/2026) karena adanya aksi protes siswa, sejumlah kegiatan rutin sekolah tetap berjalan. Di antaranya baca Yasin, doa bersama, dan kultum yang diikuti seluruh warga sekolah.

Sebelumnya, sejumlah siswa SMAN 1 Peudada mengancam melakukan mogok belajar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Kepala SMAN 1 Peudada, Fadli, S.Pd., M.M. Perwakilan siswa bahkan menuntut agar Fadli dicopot dari jabatannya.

Ketua OSIS SMAN 1 Peudada periode 2025/2026, Fiki Arbiansyah, bersama sejumlah pengurus OSIS menyampaikan tuntutan tersebut saat audiensi dengan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bireuen, Yusnita, S.E.Ak., M.Pd., di ruang guru sekolah pada Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Kepala SMAN 1 Peudada Angkat Bicara Usai Diprotes Siswa

Menurut Fiki, penilaian tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman siswa selama Fadli menjabat sebagai kepala sekolah sejak 29 Juli hingga 21 Agustus 2026. Ia menyebut sejumlah kebijakan kepala sekolah dinilai menyulitkan kegiatan kesiswaan.

Salah satu persoalan yang diprotes siswa berkaitan dengan ketentuan penggunaan jilbab seragam bagi siswi. Fiki mengatakan terdapat siswa yatim piatu yang dinilai tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut.

Siswa juga mempersoalkan mekanisme perizinan kegiatan OSIS yang menurut mereka harus mendapat izin langsung dari kepala sekolah, meskipun terdapat wakil kepala sekolah yang membidangi masing-masing urusan.

Selain itu, para siswa merasa kurang mendapatkan dukungan ketika mengikuti latihan sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam rangka HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Peudada.

Fiki mengatakan saat berada di lapangan Bina Putra, Gampong Paya, Kecamatan Peudada, kepala sekolah hanya mengambil foto latihan drumband dari sekolah lain dan tidak menjenguk siswa SMAN 1 Peudada yang sedang berlatih hingga meninggalkan lokasi.

Para siswa juga mempersoalkan kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di sekolah yang disebut tidak terlaksana karena persyaratan yang diajukan tidak dapat dipenuhi. Menurut Fiki, kegiatan serupa tetap dilaksanakan secara sederhana dalam dua tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Peudada, Fadli, mengatakan dirinya baru 23 hari menjalankan tugas sebagai kepala sekolah sehingga masih dalam tahap penyesuaian. Ia menyebut sejumlah kegiatan saat ini difokuskan pada pembenahan lingkungan sekolah dan evaluasi program kerja.

Fadli menerima serah terima jabatan dari kepala sekolah sebelumnya, Yuslina, S.Pd., M.M., pada 29 Juli 2026.

Baca juga: Temui Kacabdin, OSIS SMAN 1 Peudada Keluhkan Kebijakan Kepala Sekolah

“Saya baru dua minggu lebih menjabat. Saat ini sedang melaksanakan program pembersihan seluruh lingkungan sekolah, perbaikan kunci pintu, jendela, pipa dan kran air rusak,” kata Fadli melalui telepon, Sabtu (22/8/2026).

Ia mengatakan biaya untuk pembersihan lahan dan perbaikan sejumlah fasilitas tersebut untuk sementara menggunakan dana pribadi sambil menunggu tersedianya anggaran sekolah.

Selain pembenahan fasilitas, Fadli mengaku telah menggelar pertemuan dengan para guru dan tenaga pendidik. Pertemuan tersebut membahas evaluasi program kerja yang disampaikan wakil kepala sekolah dari bidang kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat.

Evaluasi juga dilakukan bersama wali kelas X, XI, dan XII untuk mendapatkan masukan terkait kondisi sekolah dan kegiatan pembelajaran. Namun, Fadli mengatakan proses tersebut masih berada pada tahap evaluasi dan belum ada satu pun surat keputusan yang dikeluarkan.

Terkait kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di sekolah, Fadli mengatakan dirinya tidak menerima laporan maupun usulan dari wakil kepala sekolah dan guru yang membidangi kegiatan tersebut. Karena itu, perhatian kemudian diprioritaskan pada keterlibatan siswa dalam kegiatan Paskibra.

Menanggapi isu mengenai ketidakhadirannya di sekolah maupun di lapangan, Fadli mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan keadaan istrinya yang sedang sakit berat dan menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian perut di Banda Aceh pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Fadli, kondisi istrinya saat ini sudah membaik. Namun, istrinya masih belum dapat melakukan perjalanan jauh karena luka bekas operasi masih terasa sehingga membutuhkan pendampingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *