BREAKING
Daerah

Temui Kacabdin, OSIS SMAN 1 Peudada Keluhkan Kebijakan Kepala Sekolah

Temui Kacabdin, OSIS SMAN 1 Peudada Keluhkan Kebijakan Kepala Sekolah
OSIS SMAN 1 Peudada saat beraudiensi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Peudada mengancam akan melakukan mogok belajar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kepala sekolah. Mereka menuntut Kepala SMAN 1 Peudada, Fadli, S.Pd., M.M., dicopot dari jabatannya.

Hal tersebut disampaikan Ketua OSIS SMAN 1 Peudada periode 2025/2026, Fiki Arbiansyah, bersama sejumlah pengurus OSIS saat audiensi dengan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bireuen, Yusnita, S.E.Ak., M.Pd., di ruang guru sekolah, Jumat (21/8/2026).

Fiki mengatakan, para siswa meminta agar kepala sekolah segera diganti. Mereka juga telah menyepakati rencana mogok belajar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons.

“Kami mewakili teman-teman meminta agar segera diganti kepala sekolahnya. Kami juga sepakat melakukan mogok belajar jika tidak segera direspons,” kata Fiki.

Menurut Fiki, penilaian tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman siswa selama Fadli menjabat sebagai kepala sekolah sejak 29 Juli 2026 hingga 21 Agustus 2026. Ia menilai sejumlah kebijakan kepala sekolah menyulitkan kegiatan kesiswaan.

Salah satu yang dipersoalkan adalah ketentuan penggunaan jilbab seragam bagi siswi. Menurut Fiki, terdapat siswa yatim piatu yang tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut.

Siswa juga mempersoalkan mekanisme perizinan kegiatan OSIS. Menurut mereka, setiap kegiatan harus mendapat izin langsung dari kepala sekolah, meskipun sekolah telah memiliki wakil kepala sekolah yang membidangi masing-masing urusan.

“Kami tidak diberikan kewenangan apa pun. Saat koordinasi ke Waka Kesiswaan, jawabannya tetap harus ke kepala sekolah dulu. Ini menghambat semua kegiatan, semua keputusan mutlak di tangan kepala sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Calon Kadet FK Unhan Pilih Mundur Usai Diwajibkan Lepas Jilbab

Para siswa juga merasa kurang mendapatkan dukungan ketika mengikuti latihan sebagai pasukan pengibar bendera dalam rangka HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Peudada.

Fiki mengatakan, saat berada di lapangan Bina Putra, Gampong Paya, Kecamatan Peudada, kepala sekolah hanya mengambil foto latihan drumband dari sekolah lain dan tidak menjenguk siswa SMAN 1 Peudada yang sedang berlatih hingga meninggalkan lokasi.

Selain itu, kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di sekolah juga disebut tidak terlaksana karena persyaratan yang diajukan tidak dapat dipenuhi. Padahal, menurut Fiki, kegiatan serupa tetap dilaksanakan secara sederhana dua tahun sebelumnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Plt Kacabdin Bireuen, Yusnita, meminta proses belajar mengajar tetap berjalan dan rencana mogok belajar diurungkan. Para siswa kemudian akan berkoordinasi kembali dengan siswa lainnya untuk mempertimbangkan permintaan tersebut.

Yusnita mengatakan pihaknya telah mendengar langsung aspirasi siswa dan guru. Namun, Kacabdin hanya memiliki kewenangan untuk memfasilitasi persoalan tersebut dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan Aceh.

“Keputusan apa pun kewenangan Kepala Dinas Pendidikan Aceh,” kata Yusnita.

Yusnita juga menegaskan belum ada keputusan pemberhentian terhadap kepala sekolah maupun sanksi kepada siswa terkait kejadian tersebut. Ia meminta para wakil kepala sekolah kembali menjalankan tugasnya.

“Saya perintahkan para Waka kembali bertugas. Belum ada SK pemberhentian. Siswa juga tidak ada yang dipecat karena kejadian hari ini, dan warna jilbab tidak dipaksakan, yang penting serupa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Peudada, Tarwiyah, S.Pd.I., M.Pd., membenarkan adanya penyampaian tuntutan oleh Ketua OSIS.

“Ketua OSIS meminjam mikrofon dan menyampaikan tuntutan. Sebelumnya kami telah menjembatani dengan cara berkonsultasi ke ketua komite. Kejadian hari ini di luar pengetahuan kami, dan saya berharap para pihak menyikapinya secara bijak, jangan mengkambinghitamkan pihak lain,” kata Tarwiyah.

Pengawas sekolah dijadwalkan hadir pada Senin (24/8/2026) untuk berdialog dengan para siswa. Yusnita juga menyebutkan awak media yang hadir meliput kejadian tersebut akan kembali diundang pada Rabu (26/8/2026) untuk mendapatkan perkembangan terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *