Komparatif.ID, Bireuen— Kepala SMAN 1 Peudada, Fadli, S.Pd., M.M., menyebut dirinya baru 23 hari menjalankan tugas sebagai kepala sekolah sehingga masih dalam tahap penyesuaian. Ia mengatakan sejumlah kegiatan saat ini difokuskan pada pembenahan lingkungan sekolah dan evaluasi program kerja.
Fadli menerima serah terima jabatan dari kepala sekolah sebelumnya, Yuslina, S.Pd., M.M., pada 29 Juli 2026.
“Saya baru dua minggu lebih menjabat. Saat ini sedang melaksanakan program pembersihan seluruh lingkungan sekolah, perbaikan kunci pintu, jendela, pipa dan kran air rusak,” kata Fadli melalui telepon, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengatakan, biaya untuk pembersihan lahan serta perbaikan sejumlah fasilitas tersebut untuk sementara menggunakan dana pribadi. Hal itu dilakukan sambil menunggu tersedianya anggaran sekolah.
Selain pembenahan fasilitas, Fadli mengaku telah menggelar pertemuan dengan para guru dan tenaga pendidik. Dalam pertemuan tersebut dilakukan evaluasi program kerja yang disampaikan oleh wakil kepala sekolah dari bidang kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana (Sarpras), serta hubungan masyarakat (Humas).
Evaluasi juga dilakukan bersama wali kelas X, XI, dan XII untuk mendapatkan masukan terkait kondisi sekolah dan kegiatan pembelajaran. Namun, menurut Fadli, proses tersebut masih berada pada tahap evaluasi dan belum ada satu pun surat keputusan (SK) yang dikeluarkan.
Terkait kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di sekolah, Fadli mengatakan tidak menerima laporan maupun usulan dari wakil kepala sekolah dan guru yang membidangi kegiatan tersebut. Karena itu, perhatian kemudian diprioritaskan pada keterlibatan siswa dalam kegiatan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Baca juga: Temui Kacabdin, OSIS SMAN 1 Peudada Keluhkan Kebijakan Kepala Sekolah
Fadli mengatakan kegiatan Paskibra tersebut merupakan inisiatif kepala sekolah sebelumnya. Meskipun anggaran sekolah belum tersedia, kegiatan tetap dilanjutkan dengan menggunakan dana pribadi sebesar Rp1 juta.
Hal tersebut disampaikan di tengah adanya protes sejumlah siswa SMAN 1 Peudada yang sebelumnya meminta dirinya dicopot dari jabatan kepala sekolah. Para siswa bahkan menyatakan akan melakukan mogok belajar jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons.
Ketua OSIS SMAN 1 Peudada periode 2025/2026, Fiki Arbiansyah, bersama sejumlah pengurus OSIS menyampaikan tuntutan tersebut saat audiensi dengan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bireuen, Yusnita, S.E.Ak., M.Pd., di ruang guru sekolah, Jumat (21/8/2026).
Menanggapi isu mengenai ketidakhadirannya di sekolah maupun di lapangan, Fadli mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan keadaan istrinya yang sedang sakit berat dan menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian perut di Banda Aceh pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Fadli, kondisi istrinya saat ini sudah membaik. Namun, istrinya masih belum dapat melakukan perjalanan jauh karena luka bekas operasi masih terasa sehingga membutuhkan pendampingan.
“Saya bukan tidak hadir ke lapangan seperti diinginkan anak-anak. Tapi kondisi istri saya sakit berat, butuh pendampingan rutin agar operasi tumor lancar,” jelasnya.
Fadli mengatakan dirinya masih berada dalam tahap awal menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Karena itu, ia menyebut proses penyesuaian, evaluasi, dan pembenahan masih terus dilakukan di SMAN 1 Peudada.
