BREAKING
Daerah

AKPP Peudada Uji Coba Drone Pertanian Bantuan Kementan

AKPP Peudada Uji Coba Drone Pertanian Bantuan Kementan
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Asosiasi Ketahanan Pangan Kecamatan Peudada (AKPP), Kabupaten Bireuen, melakukan uji coba drone pertanian penyemprot (sprayer) bantuan Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, Kamis (10/9/2026).

Uji coba dilakukan untuk memastikan alat mesin pertanian (alsintan) tersebut dapat dioperasikan dan dimanfaatkan secara optimal.

Pembina Brigade Pangan Gamora, Tgk Hendra, mengatakan drone tersebut memiliki kapasitas muatan hingga 35 liter. Dalam penggunaannya, cairan obat rumput dapat dicampurkan dengan air sesuai kebutuhan penyemprotan.

Menurutnya, drone tersebut dioperasikan oleh dua orang, yakni Andri dari Brigade Pangan Gamora dan Husen dari Brigade Pangan Situ Bagendit. Keduanya telah mendapatkan pelatihan pengoperasian drone dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian.

Hendra mengatakan kemampuan penyemprotan drone sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kondisi mesin. Jika cuaca mendukung dan mesin dalam kondisi normal, satu jam pengoperasian dapat menyelesaikan penyemprotan sekitar satu hingga tiga hektare.

Namun, luas lahan yang dapat diselesaikan juga bergantung pada jumlah air yang diisi ke dalam tangki drone. “Ilmu harus diasah jika tidak diasah, tidak bisa dimanfaatkan saat dibutuhkan,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Bireuen Serahkan Alsintan untuk 5 Brigade Pangan

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Peudada, Zulfikar, SP, mengapresiasi pelaksanaan uji coba tersebut. Menurutnya, penggunaan drone penyemprot dapat menghemat waktu dan air dibandingkan metode penyemprotan menggunakan kompresor.

Ia mengatakan, sekali pengisian, drone dapat digunakan untuk penyemprotan hingga sekitar 10.000 meter persegi. Operator juga tidak perlu berpindah-pindah tempat selama proses penyemprotan karena cukup mengendalikan drone dari satu lokasi.

“Sekali isi bisa untuk 10.000 meter. Operator cukup berdiri di satu tempat, tapi jika menggunakan kompresor bisa menghabiskan waktu hingga seharian. Harus jalan keliling sambil bawa selang,” ujarnya.

Ketua Pengawas AKPP, Zubir, SH, turut mendukung uji coba drone penyemprot tersebut. Ia berharap dua tim Brigade Pangan di Kecamatan Peudada dapat memaksimalkan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian.

Menurut Zubir, pemanfaatan alat tersebut perlu dilakukan secara optimal karena harga drone penyemprot relatif tinggi. Ia memperkirakan harga satu unit drone berada pada kisaran Rp250 juta hingga Rp300 juta.

Zubir menilai harga tersebut akan cukup berat apabila pengadaan dilakukan secara patungan. Karena itu, bantuan yang telah diberikan pemerintah harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan agar tidak menjadi alat yang mubazir.

“Rp250-300 juta itu berat kalau dibeli secara patungan. Maka harus dimanfaatkan agar tidak mubazir, apalagi memang dibutuhkan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *