Komparatif.ID, Bireuen— Camat Kuala, Sayuti, S.Pd.I., MM, mengatakan sawah di wilayah Kecamatan Kuala tidak mengalami timbunan lumpur seperti yang terjadi di sejumlah kecamatan lainnya. Selain itu, infrastruktur pertanian juga tidak mengalami kerusakan fatal sehingga masih dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.
Menurut Sayuti, kondisi tersebut juga didukung oleh aliran air yang kini telah kembali tersedia untuk kebutuhan pertanian. Namun, pihak kecamatan masih perlu memetakan kondisi di lapangan untuk menjawab berbagai keluhan dan pertanyaan petani terkait kebutuhan air.
Sayuti menjelaskan pihak kecamatan akan mengadakan rapat bersama para penyuluh pertanian pada Selasa, 15 September 2026. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi sawah dan kebutuhan air petani di masing-masing wilayah.
“Biasanya para penyuluh lebih tahu kondisi di lapangan karena sesuai tugas pokok dan fungsinya. Berbekal informasi dari mereka maka akan lebih mudah dilakukan pemetaan kebutuhan air para petani,” ujar Sayuti, Jumat (11/9/2026).
Sayuti mengajak seluruh petani sawah di wilayah Kecamatan Kuala untuk segera memanfaatkan stok air yang telah tersedia agar tidak terbuang sia-sia.
Baca juga: 35 Hektare Sawah Terdampak di Cot Uno Kembali Digarap
Ia juga meminta masyarakat memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar terkait pertanian, terutama informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Jika mendapatkan informasi yang masih diragukan, warga disarankan memastikan terlebih dahulu melalui keuchik masing-masing.
Sayuti mengatakan, beberapa hari sebelumnya pihak kecamatan juga telah membahas rencana membajak sawah bersama para keuchik. Meski pembahasan tersebut tidak secara khusus membahas jadwal membajak sawah, kondisi pertanian setelah banjir menjadi salah satu hal yang ikut diperhatikan.
Untuk saat ini, pihak Kecamatan Kuala belum mengeluarkan surat imbauan mengenai jadwal tanam padi.
Meski belum mengeluarkan surat imbauan secara tertulis, pihak kecamatan tetap mendukung dan mengimbau masyarakat untuk mulai membajak kembali sawah yang sebelumnya terdampak banjir.
Menurut Sayuti, sawah yang terlalu lama dibiarkan berisiko semakin sulit dibajak karena tumbuhan liar akan semakin besar. Karena itu, petani yang sudah merasa yakin dengan kondisi lahannya dapat mulai mempersiapkan sawah untuk kembali digarap.
