BREAKING
Daerah

Progres Penanganan Infrastruktur SDA di Aceh Capai 92,06 Persen

Progres Penanganan Infrastruktur SDA di Aceh Capai 92,06 Persen
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Penanganan darurat infrastruktur SDA (sumber daya air) yang terdampak bencana di Aceh terus menunjukkan progres. Hingga Jumat (11/9/2026), capaian fisik penanganan yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah mencapai 92,06 persen.

Kepala BWS Sumatera I Asyari mengatakan pekerjaan penanganan masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi infrastruktur sumber daya air setelah terdampak bencana.

“Hingga saat ini, progres penanganan telah mencapai 92,06 persen,” kata Asyari di Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).

Selama masa tanggap darurat, penanganan difokuskan pada pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan dan normalisasi sungai serta muara, perkuatan tebing dan tanggul, pembersihan lumpur pada jaringan irigasi, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Asyari mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran sungai dan jaringan irigasi, sekaligus mengurangi potensi risiko bencana lanjutan dan mendukung pemulihan aktivitas masyarakat.

“Langkah ini untuk mengembalikan fungsi aliran sungai dan jaringan irigasi, mengurangi potensi risiko bencana lanjutan, serta mendukung pemulihan aktivitas masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Baca juga: Cegah Erosi, BWS Perkuat Tepian Sungai Aih Bobo Gayo Lues

Di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, progres fisik penanganan telah mencapai 87,79 persen. Rinciannya, perkuatan tebing dan tanggul mencapai 94,68 persen, penanganan daerah irigasi 85,84 persen, serta normalisasi sungai dan pengerukan muara sebesar 78,03 persen.

Pada wilayah tersebut, penanganan lima muara menggunakan ekskavator telah selesai. Sementara pengerukan menggunakan kapal keruk atau dredger masih berlangsung di tiga muara.

Selain itu, BWS Sumatera I melakukan pengeboran tiga titik sumur di sekitar kawasan sinkhole di Bener Meriah sebagai bagian dari penanganan yang dilakukan di wilayah terdampak.

Sementara itu, penanganan di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang telah mencapai 91,04 persen. Progres perkuatan tebing dan tanggul mencapai 92,55 persen, sedangkan normalisasi sungai dan saluran irigasi mencapai 84,74 persen.

Untuk penyediaan air bersih di tiga wilayah tersebut, pembangunan 24 titik sumur bor telah diselesaikan seluruhnya atau mencapai 100 persen.

Adapun penanganan darurat di Aceh Barat, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara telah mencapai 100 persen. Pekerjaan di wilayah tersebut mencakup perkuatan tebing dan tanggul serta normalisasi sungai untuk memulihkan fungsi aliran dan mengurangi risiko banjir.

Setelah penanganan darurat selesai, BWS Sumatera I akan melanjutkan pekerjaan melalui tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang dirancang secara lebih menyeluruh hingga 2028.

“Penanganan ini kita harapkan tidak hanya memulihkan kondisi infrastruktur terdampak bencana, tetapi juga memperkuat sistem pengendalian dan perlindungan sungai sehingga dapat memberikan manfaat dan rasa aman lebih baik bagi masyarakat Aceh,” kata Asyari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *