
Komparatif.ID, Philadelphia—Prancis amankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026. Keberhasilan Prancis amankan tiket perempat final, diwarnai dengan pertarungan alot selama 90 menit di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, Sabtu, 4 Juli, yang dimulai pukul 17.00 sore waktu setempat, atau Minggu, 5 Juli, pukul 04.00 WIB.
Gol semata wayang Prancis lahir dari titik penalty hasil eksekusi Lylian Mbappe pada babak kedua.
Meski hampir seluruh fans sepak bola mengatakan bahwa Prancis akan menggulung Paraguay pada babak 16 besar, tapi fakta di lapangan, hasil tersebut harus diraih secara susah payah oleh skuad Les Blues. Anak asuh Didier Deschamps harus bertarung sangat keras di atas lapangan hijau, demi membobol gawang Paraguay yang dikawal ketat oleh Orlando Gill.
Sepanjang babak pertama Kylian Mbappe dan Osumane Dembele harus bekerja ekstra keras menerobos lini pertahanan Paraguay yang sedang mengganas yang pada babak 32 besar berhasil menggulung Jerman. Paraguay yang tahu diri sedang berhadapan dengan siapa, sejak menit pertama sudah menerapkan strategi bertahan yang super disiplin.
Baca: Maroko Kalahkan Kanada 3-0, Singa Atlas Maju ke Babak 8 Besar
Serangan demi serangan yang dilakukan oleh Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele selalu kandas di lini belakang Paraguay. Alhasil, tidak ada peluang bersih yang membahayakan gawang Paraguay yang dikawal Orlando Gill. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Penalti, Prancis Amankan Tiket Perempat Final
Pada babak kedua, skuad Les Blues meningkatkan tensi serangan. Berkat serangan yang meningkat, peluang gol pun mulai terbuka. Terobosan dengan cara tembakan jarak jauh yang dilakukan oleh Manu Kone, meluncur deras ke arah gawang Paraguay. Berkat kepiawaian Orlandi Gill, tendakan tersebut berhasil ditepis.
Kebuntuan Les Bleus akhirnya pecah pada menit ke-70. Berawal dari penetrasi cepat pemain pengganti, Desire Doue, di dalam kotak terlarang, gelandang Paraguay Diego Gomez melakukan pelanggaran keras yang menjatuhkannya. Laga sempat berjalan sebelum wasit Ilgiz Tantashev menghentikan permainan untuk memeriksa monitor Video Assistant Referee (VAR).
Setelah peninjauan ulang, wasit resmi menunjuk titik putih untuk Prancis.Kylian Mbappe yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bintang Real Madrid tersebut melepaskan tendangan ke pojok bawah gawang sekaligus mengecoh kiper Orlando Gill. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Prancis.
Pascakebobolan, Paraguay Keluar Sarang
Kebobolan satu gol, membuat Paraguay keluar menyerang dan mengubah gaya permainan menjadi lebih agresif dan keras. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, bahkan harus menginstruksikan pemain bertubuh kekar seperti Dayot Upamecano dan Adrien Rabiot untuk mengawal ketat Mbappe agar tidak dicederai akibat permainan fisik lawan yang menjurus kasar.Paraguay sempat mengancam lewat tembakan Mauricio, tetapi kiper Mike Maignan tampil sigap mengamankan gawang Prancis. Hingga tambahan waktu berakhir, Paraguay gagal menyamakan kedudukan dan skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Prancis.
Dengan hasil ini, selain Prancis amankan tiket perempat final, catatan gol Mbappe di Piala Dunia 2026 kini juga bertambah menjadi 7 gol, sekaligus menyamai catatan total gol milik Lionel Messi. Lebih penting lagi, kemenangan ini membawa Prancis melaju ke babak 8 besar untuk menghadapi Maroko, yang sebelumnya sudah lolos setelah menumbangkan Kanada. Pertandingan perempat final tersebut dijadwalkan akan digelar di Boston Stadium pada Kamis, 9 Juli 2026.
Pertarungan di Bawah Suhu Panas Ekstrim
Kota Philadelphia tempat laga ini digelar sedang dilanda gelombang panas (heatwave) ekstrem yang sangat parah. Karena tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi di area stadion, indeks panas yang dirasakan di lapangan (RealFeel) bahkan dilaporkan sempat menyentuh angka 41 hingga 46 derajat Celsius.
Kondisi cuaca membakar inilah yang dikeluhkan oleh pelatih Prancis, Didier Deschamps, karena sangat menguras fisik para pemain dan membuat jalannya pertandingan menjadi jauh lebih berat.
Prancis harus membuang jauh-jauh egonya menampilkan atraksi champagne football, demi menjaga daya tahan tubuh. Mereka mati-matian bermain bola di bawah suhu panas, sembari terus menjaga supaya tidak tumbang di lapangan. Sementara Paraguay telah siap melakukan “tawuran jalanan”. Mereka tak peduli apa pun, yang penting menang.
Paraguay menanggalkan status sebagai “pembunuh raksasa” setelah menghantam Jerman di 32 besar. Saat melawan Prancis di 16 besar, skuad Paraguay menampilkan berbagai sikutan dan tekel serampangan. Sialnya, meskipun statistic menunjukkan mereka melakukan 13 pelanggaran, tapi tak selembar kartu pun melayang. Sepertinya wasit memberi restu untuk Paraguay.
Bukan Prancis namanya bila terpancing. Ketimbang memberikan perlawanan kekerasan, mereka justru menunjukkan kelasnya sebagai timnas mapan dan ekslusif. Mereka menguasai bola dengan angka telak. Mereka melakukan 208 operan di babak kedua, kemudian menahannya dengan sabar di depan garus pertahanan.
Dan! Strategi itu berhasil. Pemain Paraguay terpancing. Mereka membakar seluruh energi di bawah panggang sinar matahari. Otot-otot skuad La Albirroja terbakar kelelahan karena mengejar bayangan pemain Les Blues.
Kesabaran pemain, strategi mengecoh lawan, menghasilkan prestasi: Parncis amankan tiket perempat final.












