Home News Daerah Majelis Peudada Meusaboh Gelar Dakwah Peringatan 1 Muharram 1448 H

Majelis Peudada Meusaboh Gelar Dakwah Peringatan 1 Muharram 1448 H

Majelis Peudada Meusaboh Gelar Dakwah Peringatan 1 Muharram 1448 H
Majelis Peudada Meusaboh bersama Tgk Asnawi Arakundo dan Muspika Kecamatan Peudada. Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Bireuen– Pengurus Majelis Peudada Meusaboh melaksanakan kegiatan dakwah Islamiah dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Selasa (22/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Ketua Majelis Peudada Meusaboh, Abu Kamaruzaman, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar peringatan Tahun Baru Islam yang digagas oleh Majelis Peudada Meusaboh dapat menjadi agenda rutin pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, kegiatan dakwah tidak hanya dilakukan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat terus dilaksanakan pada momentum bulan Muharram sebagai sarana memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

“Kegiatan dakwah jangan hanya dilakukan saat peringatan maulid saja, tapi bisa rutin dilaksanakan pada bulan Muharram yang akan datang,” ujar Abu Kamaruzaman.

Pada kesempatan yang sama, Camat Peudada, Erry Seprinaldi, SSTP, S.Sos., M.Si., bersama unsur Muspika menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas dan dilaksanakan oleh Majelis Peudada Meusaboh.

Baca juga: Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Muharram Momentum Perbaikan Diri

Ia berharap kekompakan yang telah terbangun dapat terus dijaga pada berbagai peringatan hari besar Islam lainnya.

Erry menyebutkan peringatan 1 Muharram tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di Kecamatan Peudada dengan metode yang berbeda dibandingkan kegiatan serupa di kecamatan lain.

“Kami berharap Majelis Peudada Meusaboh benar-benar bersatu dan menjaga kekompakan untuk kebaikan Kecamatan Peudada,” ungkapnya.

Sementara itu, penceramah Tgk Asnawi dari Arakundo dalam dakwahnya menyampaikan nikmat sehat merupakan salah satu karunia Allah SWT yang tidak dapat dinilai dengan uang. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan kesehatan rohani dapat diwujudkan dengan membersihkan hati dari berbagai penyakit batin seperti dengki, fitnah, serta kebiasaan membuka aib orang lain. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga syariat dan kesucian diri, termasuk menjaga kebersihan dari najis dan bersuci dengan benar setelah buang air.

Menurutnya, kebersihan dan kesucian menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan jasmani sekaligus menghindarkan diri dari azab rohani. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan kesehatan yang diberikan Allah SWT untuk mencari ilmu dan memperbanyak amal sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.

Tgk Asnawi menambahkan, tubuh yang sehat hendaknya digunakan untuk beribadah dan melakukan berbagai kebaikan sehingga ketika sakaratul maut tiba, seseorang dimudahkan untuk mengucapkan kalimat tauhid.

Di akhir kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana, Muntasir, mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebutkan seluruh persiapan dapat dirampungkan dalam waktu kurang dari satu bulan melalui semangat gotong royong masyarakat.

Menurut Muntasir, peringatan 1 Muharram menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Peudada sekaligus melestarikan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.

“Acara ini adalah momen untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan sesama masyarakat Peudada untuk melestarikan budaya nenek moyang, dan semoga bisa dilaksanakan kembali tahun depan,” tutup Muntasir.

Previous articleRUPSLB Tetapkan Sekda M. Nasir sebagai Komut Bank Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here